Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Mataram: Retribusi Pasar Capai Rp3,9 Miliar

📅 Minggu, 21 Jul 2024, 19:20 WIB | Oleh:
Pemkot Mataram: Retribusi Pasar Capai Rp3,9 Miliar Doc: ANTARA/Nirkomala
Ket. Aktivitas pedagang janur di Pasar Tradisional Cemare, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan realisasi retribusi pasar tradisional pada semester pertama 2024 mencapai Rp3,9 miliar dari target Rp7,5 miliar.

"Alhamdulillah, capaian retribusi pasar semester pertama tahun 2024 sudah di atas 50 persen," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Uun Pujianto di Mataram, NTB, Minggu.

Dengan realisasi tersebut, pihaknya optimistis target retribusi pasar sebesar Rp7,5 miliar bisa tercapai.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya memaksimalkan penagihan kepada pedagang yang menempati los pasar, dan sewa ruang atau pertokoan di areal pasar.

Menurutnya, selama ini kendala yang sering dihadapi tidak tercapainya target retribusi karena sewa ruang yang belum maksimal, selain itu terkendala sumber daya manusia (SDM).

Karena itu, mulai tahun ini kepala pasar pada 19 pasar tradisional di Kota Mataram, diminta bertanggung jawab penuh untuk mencapai target di masing-masing pasar.

"Jika kepala pasar tidak bisa mencapai target yang ditetapkan, maka kepala pasar akan dievaluasi dan siap menerima risiko karena bisa saja diberhentikan," katanya.

Terkait dengan itu, pihak berharap para kepala pasar bisa bekerja lebih maksimal untuk mencapai target retribusi di masing-masing pasar tradisional.

Di sisi lain, lanjut Uun, untuk target retribusi pasar sebesar Rp7,5 miliar tahun 2024 diakuinya belum bisa mencapai 100 persen, sehingga realisasi ditargetkan sekitar 90 persen.

Target itu naik dari realisasi tahun 2023 sebesar Rp5,5 miliar atau 80 persen dari target yang sama yakni Rp7,5 miliar.

"Target Rp7,5 miliar ini sebenarnya ditetapkan tahun lalu karena akan adanya kenaikan tarif retribusi, tapi sampai sekarang kenaikan itu masih tahap pembahasan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.