Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apa yang Penyebab Perang Candu?

📅 Kamis, 11 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Apa yang Penyebab Perang Candu? Doc: National Army Museum

Inggris sangat mengharapkan produk dari Tiongkok seperti teh, sutera, dan porselen, yang sangat dibutuhkan di pasar Eropa. Namun Inggris hanya memiliki sedikit barang untuk menukarnya sehingga memperdagangkan candu dari India sebagai pilihannya.

Perdagangan candu antara Inggris dan Tiongkok memainkan peran penting dalam memicu Perang Candu Pertama karena ketidakpuasan di antara kedua belah pihak. Inggris mengecam pelarangan candu, sedangkan Tiongkok memprotes penyelundupan candu yang dilakukan Inggris.

Perang Candu Pertama adalah konflik antara Inggris dan Dinasti Qing yang terjadi sebagai akibat dari candu. Saat itu Tiongkok memproduksi barang-barang yang sangat dicari di Inggris, termasuk teh, sutera, dan porselen.

Dalam perdagangan itu Inggris hanya memiliki sedikit produk yang dapat ditawarkan kepada pedagang Tiongkok. Untuk mengakalinya para pedagang Inggris beralih ke bisnis candu dari India untuk dipertukarkan.

Krisis kecanduan candu yang meluas menyebabkan pejabat Tiongkok menindak impor, penjualan, dan penggunaan candu. Permusuhan antara pedagang Inggris dan Tiongkok tumbuh setelah penerapan larangan candu dan penolakan pedagang Inggris untuk mematuhinya. Akibatnya terjadi Perang Candu Pertama.

Penyebab Perang Candu Pertama antara Inggris dan Tiongkok secara langsung terkait dengan perdagangan dan penyelundupan candu ilegal. Perusahaan Hindia Timur Inggris (EIC) memainkan peran utama dalam mendominasi perdagangan opium yang diperoleh dari India antara Inggris dan Tiongkok.

Gubernur dan perusahaan dagang London menjadi EIC Inggris setelah dikeluarkannya piagam kerajaan untuk melakukan perdagangan dengan Hindia Timur pada tahun 1600. Pemerintah Inggris tidak memiliki EIC. Sebaliknya, perusahaan ini merupakan perusahaan saham gabungan yang dimiliki oleh beberapa investor swasta.

Akan tetapi, pejabat Inggris sangat mempengaruhi operasi monopoli tersebut. Sebelum EIC Inggris memperoleh kekuasaan atas wilayah-wilayah di India. Di sini perusahaan ini bersaing dengan Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC).

Fokus awalnya adalah memperoleh keuntungan dari rempah-rempah yang diinginkan, seperti lada, jahe, dan kayu manis. EIC mulai mengembangkan hubungan dagang yang lebih kuat dengan Tiongkok karena perusahaan ini mencari beberapa barang Tiongkok yang paling menguntungkan, seperti teh, sutra mentah, dan porselen.

Pedagang Inggris awalnya menawarkan berbagai barang logam sebagai imbalan atas produk-produk ini. Namun Tiongkok dengan cepat kehilangan minat untuk mengimpor barang-barang ini karena sepertinya tidak banyak diperlukan masyarakat.

Berjuang untuk menemukan barang-barang yang diinginkan Tiongkok, EIC beralih ke perdagangan opium. Orang-orang Tiongkok telah berjuang melawan krisis kecanduan opium yang meluas di beberapa kotanya pada paruh kedua abad ke-17.

Larangan impor dan penjualan opium diterapkan sepanjang abad ke-18 untuk mengendalikan penyelundupan opium ke pelabuhan-pelabuhan perdagangan Tiongkok. EIC Inggris memperoleh kendali atas pasar opium di India setelah kemenangan mereka dalam Pertempuran Plassey pada tahun 1757.

Sebagai hasil dari kemenangan tersebut, EIC Inggris memperoleh kendali atas wilayah-wilayah produksi opium paling terkemuka di India, yang meliputi Benggala dan Bihar. Kemudian EIC Inggris berhasil mempertahankan hak-hak perdagangannya dengan Tiongkok dengan mengimpor opium ke wilayah perdagangan bebas Kanton atau Guangzhou.

Para pedagang Tiongkok akan mengumpulkan opium saat tiba di kapal-kapal Inggris dan kemudian mendistribusikannya ke seluruh negeri. Harga opium turun secara signifikan pada awal abad ke-19 karena EIC Inggris mulai kehilangan kendali atas monopolinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.