Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren, Mengolah Lahan Mangkrak Jadi Tambak Nila Salin Ramah Lingkungan

📅 Selasa, 09 Jul 2024, 00:52 WIB | Oleh: Tim Penulis

Presiden Joko Widodo pun sepakat dengan Trenggono untuk memanfaatkan peluang pasar global itu, yang mampu menyerap tenaga kerja atau membuka lapangan kerja baru.

"Besarnya permintaan ini harus kita manfaatkan. Hal ini akan dapat membuka lapangan pekerjaan yang sangat besar," ujar Jokowi.

Dukungan dari perbankan juga siap hadir dalam di perikanan budi daya, salah satunya yakni PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menyebut ada potensi bisnis yang besar dalam proyekmodelingnila salin.

Direktur Utama bank BRI Sunarso menilai, dengan profit yang mencapai hingga Rp38 miliar maka budi daya nila salin telah menarik minat BRI untuk mendukung bisnis itu. Ke depan, bilamodelingini direplikasi oleh pelaku usaha, maka BRI akan turut serta mendukung pelaku usaha lewat pinjaman atau kredit usaha rakyat (KUR).

Hadirkan teknologi masa kini

Menilik lebih lanjut, KKP tak berjalan sendirian dalam membangunmodelingini. Guna mengefisiensikan pakan ikan, KKP turut menggandeng perusahaan rintisan eFishery dengan menghadirkan kurang lebih 422 eFeeder aktif. Teknologi eFeeder merupakan teknologi pemberi pakan otomatis untuk ikan yang berfokus pada efisiensi pakan dan pengurangan limbah sisa pakan.

VP of Public Affair eFishery Muhammad Chairil mengatakan telah berkolaborasi dengan KKP sejak 2023 dalam mendukung keberlanjutan proyek budi daya ikan nila salin lewat teknologi eFeeder yang dimiliki.

"Kami percaya, kolaborasi antara Pemerintah dan swasta menjadi kunci untuk kemajuan industri akuakultur Indonesia," katanya.

Teknologi itu disebut mampu mempercepat siklus panen hingga 74 hari serta meningkatkan efisiensi pakan hingga 30 persen dan meningkatkan kapasitas produksi hingga 25 persen.

Teknologi lain yang dihadirkan yakni alat pengukur yang diharapkan efektif mengukur kualitas air secara otomatis berbasisInternet of Things (IoT) Smart Water Quality Monitoring System.

Teknologi ini ditangani oleh unit bisnis sektor agrikultur dari Telkom Indonesia, Agree, yang menghadirkan fitur seperti pengukuran seketika dan peringatan jika terjadi penyimpangan dari ambang batas kualitas air yang telah ditentukansehingga akan membantu petambak dalam mengatur budi daya.

Secara teknis, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu menjelaskan, budi daya nila salin di kawasanmodelingBINS Karawang ini juga mengedepankan ekologi dengan menerapkan cara budi daya ikan yang baik (CBIB) sehingga memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan dari proses budi daya dengan memperhatikan sanitasi, benih, pakan, obat ikan, bahan kimia, serta bahan biologis.

Selain dengan pemanfaatan teknologi tersebut di atas juga,modelingini juga dilengkapi dengan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) atau dimurnikan sehingga lebih ramah lingkungan saat air limbah dibuang ke laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.