Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disbudpar: Kunjungan Wisatawan Nataru ke Bandung Capai Dua Kali Lipat dari Target

📅 Senin, 05 Jan 2026, 17:30 WIB | Oleh:
Disbudpar: Kunjungan Wisatawan Nataru ke Bandung Capai Dua Kali Lipat dari Target  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Kota Bandung kembali menjadi tujuan favorit wisata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengungkapkan jumlah kunjungan wisatawan selama periode Nataru melampaui prediksi awal.

“Berdasarkan prediksi awal dari kepolisian dan data kendaraan yang masuk, kami memperkirakan sekitar 4,5 juta pengunjung. Data awal ini sudah menunjukkan tren positif, dan kenyataannya kunjungan selama Nataru bahkan lebih tinggi,” ujar Adi, Senin (5/1).

Menurut dia, perhitungan dimulai sejak 25 Desember dan termasuk masa libur akhir pekan sebelumnya, sehingga totalnya mencakup sekitar 10 hari. Angka ini melampaui target yang diproyeksikan sebelumnya, yang sempat kurang 2,6 juta dibanding perkiraan.

Menurut Adi, beberapa faktor mendorong tingginya kunjungan wisatawan. Salah satunya, sejumlah destinasi wisata di daerah lain, seperti Bali, mengalami penurunan pengunjung.

“Sehingga Kota Bandung menjadi pilihan yang lebih dekat dan mudah dijangkau, khususnya bagi wisatawan dari Jabodetabek,” kata Adi.

Pengaruh tingginya kunjungan wisatawan juga terlihat pada okupansi hotel. Dari 15 hotel yang dipantau Disbudpar, sejumlah hotel di pusat kota seperti Alun-alun mencatatkan okupansi hingga 100 persen. Sedangkan beberapa hotel yang letaknya jauh dari pusat kota melaporkan angka okupansi antara 60 hingga 80 persen.

Terkait target wisata tahun depan, Adi menyebutkan pihaknya memiliki mekanisme perhitungan yang mempertimbangkan proyeksi kenaikan jumlah pengunjung berdasarkan persentase tertentu.

“Setelah data detail masuk seperti mengenai asal wisatawan, destinasi yang meningkat, dan sebagainya, baru kita bisa menghitung proyeksi tahun depan secara lebih akurat,” ujar dia.

Dengan tingginya kunjungan wisatawan akhir tahun ini, Disbudpar Kota Bandung optimis sektor pariwisata akan tetap menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.