RI Perkuat Kemitraan Strategis dengan Turki
📅 Sabtu, 06 Jul 2024, 21:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-KBRI Ankara
Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan Indonesia Muhammad Herindra melakukan kunjungan bilateral ke Turki pada Kamis (4/7), untuk bertemu dengan Wamenhan Turki Bilal Durdali dan sejumlah CEO industri pertahanan Turki.
Menurut Herindra, seperti disampaikan oleh KBRI Ankara dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, Indonesia menganggap Turki sebagai sahabat yang penting dan telah lama menjalin kerja sama pertahanan.
"Ada banyak peluang untuk memperluas kerja sama pertahanan bilateral kedua negara, khususnya dalam membangun rasa saling percaya, meningkatkan kapasitas angkatan bersenjata, dan mengembangkan sektor industri pertahanan di masa depan," kata Herindra usai pertemuan bilateral dengan Durlali di Ankara.
Kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan kemitraan strategis Indonesia-Turki di bidang kerja sama pertahanan dan industri pertahanan.
Dalam kesempatan tersebut, Herindra dan Durlali mengukuhkan komitmen bersama yang telah dijalin paramenhan kedua negara untuk bekerja sama erat membangun kemitraan strategis dan berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Turki adalah mitra yang tepat dalam pengembangan industri pertahanan bagi Indonesia. Selain merupakan mitra terpercaya Indonesia di forum multilateral dan isu krusial saat ini, Turki merupakan satu dari sedikit negara yang bersedia berpartner dengan Indonesia dalam mekanismetransfer of technologyuntuk industri pertahanan," kata Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama, yang turut mendampingi kunjungan Wamenhan Herindra di Turki.
Mengingat sifat kebutuhan yang bersifat jangka panjang, ujar dia, kerja sama pertahanan Indonesia-Turki diproyeksikan untuk dapat dituangkan dalam dokumen strategisGrand Design Long Term Strategic Partnership on Defense Industriesyang akan menjadideliverablespada pertemuan tingkat kepala negara kedua negara di masa mendatang.
Selama berkunjung di Ankara,Wamenhan Herindra juga bertemu dengan kalangan industri strategis Turki yaitu FNSS dan Turkish Aerospace Industries (TUSAS).
Sebaiknya Anda baca juga:
FNSS merupakan produsen kendaraan tempur lapis baja yang telah memiliki kerja sama produksi(joint production)Tank Harimau dengan PT Pindad sementara TUSAS merupakan perusahaan BUMN Turki yang bergerak di bidang kedirgantaraan dan pengembangan satelit.
Kerja sama pertahanan dan industri pertahanan merupakan sektor prioritas dalam hubungan bilateral RI-Turki -selain perdagangan, energi, konstruksi, dan kesehatan yang tertuang dalam prioritas 1 + 4.
Memanfaatkan perkembangan teknologi Turki, selain kerja sama PT Pindad dengan FNSS dalamjoint productionuntuk pengadaan 18 unit Medium Weight Tank "Harimau", kerja sama lainnya yakni kerja sama PT DI dan TUSAS dalam pengadaan 12 unit drone ANKA.
Selain itu, telah didirikan juga perusahaanjoint ventureantara kedua negara yaitu PT TUSAS Indonesia di Bandung.
Industri pertahanan Turki mengalami perkembangan yang pesat baik dalam hal kualitas maupun ukuran. Pada 2023, Turki mengekspor 230 produk pertahanan ke 185 negara.
Bagi Turki sendiri, sektor pertahanan merupakan sektor unggulan di mana pengelolaan industri pertahanan diarahkan untuk menjaga dan mengamankan integritas dan kedaulatan wilayah di tengah lingkungan strategis yang sangat dinamis di kawasan.
Pengembangan industri pertahanan Turki diarahkan menuju kemandirian industri pertahanan. Sedikitnya, 80 persen industri pertahanan Turki merupakan produksi dalam negeri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!