Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BEI sebut Stabilitas Pasar Modal Ciptakan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

📅 Selasa, 02 Jul 2024, 13:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
BEI sebut Stabilitas Pasar Modal Ciptakan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan Doc: antara
Ket. Ilustrasi- Aktivitas BEI.

JAKARTA - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman menyampaikan pasar modal Indonesia yang maju dan stabil akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, hal tersebut tetap harus disertai dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, sektor bisnis dan masyarakat.

"Industri pasar modal memiliki peran yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan perekonomian negara," ujar Iman dalam acara "Road to Indonesia Management Summit (IMS) 2024," di Jakarta, Senin (1/7).

Dia menjelaskan, pasar modal Indonesia sejak 2019 telah mampu mencatatkan akumulasi penghimpunan dana senilai Rp479,42 triliun, di sisi lain sejak periode yang sama sektor perbankan mencatatkan total pinjaman beredar senilai Rp5.142 triliun.

"Perbandingan ini menunjukkan bahwa pasar modal adalah alternatif strategi pendanaan yang kompetitif," ujar Iman.

Selain itu, lanjutnya, kontribusi pasar modal Indonesia bagi negara juga tercermin dari total nilai pajak yang dibayarkan oleh perusahaan tercatat yaitu senilai Rp185,17 triliun, atau sekitar 26 persen dari total pendapatan pemerintah pada 2023.

Kemudian, pembagian dividen oleh perusahaan tercatat kepada para investor juga meningkat menjadi senilai Rp366,6 triliun pada 2023.

Di sisi lain, pihaknya mengingatkan terkait adanya peluang dan tantangan yang perlu dihadapi oleh pasar modal Indonesia.

Dia menjelaskan, beberapa peluang, diantaranya Indonesia sebagai negara peringkat ke enam terbaik di Asia Tenggara dalam kemudahan berbisnis pada 2020, serta bonus demografi dari populasi keempat terbesar di dunia setelah Tiongkok, India dan Amerika Serikat (AS), yang dapat diubah menjadi aset yang produktif bagi perekonomian Indonesia di masa depan.

Kemudian, beberapa tantangan, diantaranya adanya bahaya perlambatan ekonomi global, inflasi dan tingkat suku bunga yang meningkat, sehingga dapat mengurangi daya beli konsumen dan investasi dalam industri pariwisata.

"Serta ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah yang dapat mempengaruhi harga komoditas, inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang," ujar Iman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Insiden Kapal Virgo: 1 Penumpang Meninggal, 125 Dalam Pencarian

51 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.