Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Vaksin 'Booster' Prasekolah Penting bagi Anak

📅 Senin, 01 Jul 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Vaksin 'Booster' Prasekolah Penting bagi Anak Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Dokter Spesialis Anak, Melanie Yudiana Iskandar (kiri), saat talkshow di acara Mommy N Me 2024, di Jakarta, Minggu (30/6).

JAKARTA - Dokter Spesialis Anak, Melanie Yudiana Iskandar, mengatakan, usia anak pra sekolah mesti dapat vaksin booster. Anak usia 5-7 tahun yang belum mendapat booster lebih rentan terserang penyakit seperti Haemophilus influenzae tipe B, Hepatitis B, Defitri, Pertusis, Tetanus, dan Polio.

"Supaya ketika nanti bergaul di sekolah sudah siap dengan potensi penyakit-penyakit yang berat. Sudah ada juga sekolah yang menyaratkan sertifikat vaksin," ujar Melanie, saat talkshow di acara Mommy N Me 2024, di Jakarta, Minggu (30/6).

Dia mengatakan, meski anak sudah mendapat vaksin dosis primer saat bayi, tapi kekebalan/imunutas yang dihasilkan tidak dapat bertahan lama. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sudah merekemondasikan pentingnya dosis booster pra sekolah.

"Pastikan pemberian dosis booster pra-sekolah dengan dosis pediatri sesuai anjuran (high dose DPT, bukan lower dose tdop) yang tepat dan aman," jelasnya.

Vaksin Kombinasi

Melanie menyatakan, vaksin kombinasi untuk beberapa penyakit sekaligus bisa jadi pilihan vaksin bagi anak. Dengan demikian, vaksin kombinasi berpotensi mengurangi jumlah suntikan dan jumlah kunjungan orang tua/pengasuh ke fasilitas kesehatan.

Dia mengatakan, keunggulan vaksin kombinasi dapat cakupan imunisasi. Selain itu, dapat juga mengejar peningkatan cakupan khusus bagi anak-anak yang tertinggal jadwal imunisasinya.

"Vaksin kombinasi mengurangi biaya pengiriman dan penyimpanan vaksin, mengurangi biaya kunjungan vaksinasi pasien, dan menyederhanakan jadwal imunisasi untuk program pengenalan vaksin-vaksin baru," katanya.

Dia mengungkapkan, saat ini memang tidak ada penggolongan vaksin wajib dan tidak wajib bagi anak. Meski demikian, orang tua mesti memastikan anak mendapat vaksinasi selama vaksin di fasilitas kesehatan masih tersedia.

"Semuanya kalau bisa dikerjakan sesuai usianya kalau di faskes itu punya vaksinnya. Meski tidak 100 persen mencegah kematian, tapi mencegah keparahan ketika terserang penyakit," ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.