Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Longsor di Kesamben Blitar, Dua Pekerja Kandang Ayam Meninggal Dunia

📅 Senin, 01 Jul 2024, 17:14 WIB | Oleh:
Longsor di Kesamben Blitar, Dua Pekerja Kandang Ayam Meninggal Dunia Doc: Istimewa
Ket. Dua orang ditemukan meninggal dan satu orang hilang dalam peristiwa bencana tanah longsor yang menimpa empat pekerja kandang ayam di Desa Bumirejo, Kesamben, Kabupaten Blitar, Minggu (30/6/) sore.

SURABAYA - Dua orang ditemukan meninggal dalam peristiwa bencana tanah longsor yang menimpa empat pekerja kandang ayam di Desa Bumirejo, Kesamben, Kabupaten Blitar, Minggu (30/6/) sore.

Menurut siaran pers BPBD Jatim, kedua korban, Jarianto, 62 tahun, dan Mugiono, tahun ditemukan Minggu malam, sekitar pukul 22.55 WIB, dalam kondisi meninggal dunia.

"Sedangkan satu orang, ditemukan dalam kondisi luka ringan atas nama Anto, 23 tahun, Adapun seorang lagi masih dalam proses pencarian, yakni, atas nama, Gunawan, 45 tahun.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, mrngatakan, bencana alam ini juga mengakibatkan tanah longsor dengan ketinggian 20 meter, lebar 40 meter dan kedalaman 5 meter. Adapun luas areanya mencapai sekitar 250 meter². Selain itu, satu unit kandang ayam juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Gatot mengatakan, pihaknya telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian.

Selain personel, BPBD Jatim juga membawa sejumlah peralatan pencarian korban, seperti, sekop, chainsaw, masker, dan kantong jenazah, serta bantuan dukungan logistik untuk dapur umum, berupa; paket makanan siap saji, tambahan gizi, lauk pauk dan selimut.

Tim Gabungan yang terdiri dari Potensi SAR Blitar, BPBD Kab. Blitar, TRC BPBD Jatim, SAR Kanjuruan, Tagana, TNI, Polri, para relawan dan unsur perangkat desa dan kecamatan setempat, terus melakukan pencarian korban, dengan menggunakan dua alat berat.

Ia berharap, ikhtiyar yang dilakukan Tim Gabungan bisa membuahkan hasil dengan ditemukannya satu korban tersisa.

"Kami juga meminta segenap masyarakat untuk berhati-hati saat melakukan kegiatan di area yang memiliki potensi bencana alam, seperti, tanah longsor atau lainnya," harapnya.

Sementara, saat ini juga telah didirikan dapur umum Tagana Dinsos Jatim untuk kebutuhan logistik operasional pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.