Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Turki Tegaskan Komitmennya untuk Menjadi Anggota Uni Eropa

📅 Sabtu, 29 Jun 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Turki Tegaskan Komitmennya untuk Menjadi Anggota Uni Eropa Doc: ANTARA/Anadolu Agency
Ket. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Istanbul - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menegaskan komitmen Turki untuk menjadi anggota Uni Eropa (EU) dan menggambarkannya sebagai "tujuan strategis negaranya.

"Keanggotaan penuh di Uni Eropa adalah tujuan strategis kami. Adalah kepentingan kita bersama agar EU mendekati Turki dari perspektif yang sama," kataErdogan pada konferensi pers bersama denganPresiden EstoniaAlar Karis di Ankara.

Turki mengajukan permohonan keanggotaan EU pada 1987 dan telah menjadi negara kandidat sejak tahun 1999.

Negosiasi keanggotaan dimulai pada2005 tetapi menemui jalan buntu setelah2007 karena masalah Siprus dan tentangan dari beberapa negara anggota.

Menyinggung masalah global dan regional, Erdogan mengatakan pembantaian di Gaza, tempat Israelmembunuh lebih dari 37.000 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023, mengancam stabilitas regional maupun keamanan global.

Pemimpin Turki tersebut mengatakan perdamaian permanen hanya dapat dicapai melalui solusi dua-negara, dan komunitas internasional kini harus mempertimbangkannya.

Terkait perang Ukraina sejak Februari 2022, Erdogan mengatakan solusi yang adil terhadap konflik tersebut dimungkinkan melalui diplomasi, namun inisiatif yang mengecualikan Rusia tidak akan membuahkan hasil.

Lebih lanjut Erdogan mengatakan dia dan Karis, selama pertemuan, menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan hubungan Turki-Estoniasembari membahas langkah-langkah bersama yang akan diambil ke arah tersebut.

Erdogan menyoroti potensi kedua negara untuk memajukan kolaborasi di segala bidang.

Ia mengatakan pertemuan pertama Komite Ekonomi dan Perdagangan Bersama yang dibentuk tahun lalu akan segera diadakan di Turki, menetapkan peta jalan baru untuk hubungan ekonomi dan komersial.

"Kita dapat meningkatkan volume perdagangan kita, yang telah mencapai 429 juta dolar AS (Rp7 triliun) pada tahun 2023 dan investasi timbal balik lebih jauh lagi," ucap Erdogan.

Sebagai sekutu NATO(Pakta PertahananAtlantik Utara), kata dia, kedua negara juga harus meningkatkan kerja sama yang sudah ada di industri pertahanan.

Erdoganmenyoroti posisi pentingEstonia secara global dalam transformasi digital, aplikasi digital, dan pertahanan siber, serta menekankan diskusi mengenai berbagi pengalaman di bidang-bidang tersebut.

"Saya dengan tulus yakin bahwa hubungan bilateral kita yang erat dan solidaritas kita di dalam NATO akan terus diperkuat dengan landasan yang kokoh," tutur dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.