Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah DBD, Warga Sukabumi Diimbau untuk Aktif Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk

📅 Sabtu, 29 Jun 2024, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah DBD, Warga Sukabumi Diimbau untuk Aktif Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Kantor Dinkes Kota Sukabumi yang berada di Jalan Surya Kencana, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Sukabumi - Dinas Kesehatan Kota Sukabumi mengimbau masyarakat Kota Sukabumi, Jawa Barat aktif dalam melakukan aksi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Hujan yang turun hampir setiap hari dan meninggalkan genangan air menjadi tempat bersarang nyamuk aedes aegypti untuk berkembangbiak dan berpotensi menyebarkan penyakit DBD. Tentunya harus diwaspadai oleh masyarakat, salah satunya rutin melakukan PSN," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi Wita Darmawanti di Sukabumi, Jumat.

Menurut Wita, untuk mengendalikan penyebaran penyakit yang bisa mengakibatkan kematian kepada penderitanya, Dinkes Kota Sukabumi tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus didukung oleh peran aktif masyarakat minimal melakukan PSN di daerahnya masing-masing secara individu maupun gotong royong.

Untuk melakukan pencegahan, pihaknya juga sudah mengerahkan petugas fogging atau pengasapan untuk melakukan pemberantasan nyamuk ke berbagai lokasi yang ditemukan kasus DBD.

Kemudian menyebar juru pemantau jentik (jumantik) yang bertugas memantau lokasi-lokasi yang disinyalir terdapat jentik nyamuk untuk dilakukan pemberantasan. Namun demikian, akan lebih efektif jika warga melakukan PSN, karena untuk memberantas sarang, jentik dan nyamuk dewasa harus secara rutin.

Jangan sampai setelah timbul korbanbaru melakukan PSN. Alangkah baiknya seluruh elemen masyarakat melakukan pencegahan dini terhadap penyebaran DBD.

Selain itu, warga pun diimbau untuk mengetahui ciri-ciri seseorang yang mengalami gejala DBD, yakni demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan muntah, manifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah, kulit ruam kemerahan, nyeri otot, tulang sendi, dan munculnya bintik kemerahan di kulit.

"Jika ada kerabat, keluarga atau tetangga mengalami gejala tersebut harus segera mendapatkan perawatan medis, karena jika terlambat mendapatkan penanganan bisa menyebabkan kematian bagi pasien," tambahnya.

Adapun data kasus DBD sepanjang 2024 di Kota Sukabumi yakni sebanyak 859 kasus dengan rincian Januari 129 kasus, Februari 167 kasus, Maret 139 kasus, April 204 dan Mei 220 kasus, di mana dari jumlah tersebut empat pasien di antaranya meninggal dunia.

Selain PSN, untuk mencegah penyebaran DBD, warga diimbau untuk membiasakan menggunakan losion anti-nyamuk, mengubur atau membuang barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dan menggunakan kelambu saat tidur, serta rutin berolah raga, banyak minum air mineral serta mengonsumsi vitamin secara rutin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.