Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Angka Stunting Situbondo Terendah Ketiga Nasional

📅 Sabtu, 29 Jun 2024, 11:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Angka Stunting Situbondo Terendah Ketiga Nasional Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Situbondo
Ket. Bupati Situbondo Karna Suswandi (tengah) dan Kepala DP3AP2KB Imam Darmaji (kiri) serta Direktur RSUD Besuki dr. Imam Hariyono foto bersama usai menerima penghargaan dari BKKBN.

SITUBONDO - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan penghargaan pada Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, karena berhasil menurunkan angka stunting tiga terendah nasional.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Situbondo, Imam Darmaji mengatakan prevalensi stunting terendah ketiga nasional ini berdasarkan dari hasil Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023.

"Penurunan prevalensi stunting Situbondo sangat bagus, sehingga pada Sabtu (28/6) malam menerima penghargaan dan BKKBN. Di tingkat nasional prevalensi stunting kita nomor tiga ini cukup membanggakan," katanya saat dihubungi di Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (29/6).

Dia menyebutkan, pada 2022 angka prevalensi stunting Situbondo berada di angka 30,9 persen dan turun menjadi 4,1 persen pada 2023.

Menurut Imam, keberhasilan menurunkan prevalensi stunting Situbondo tak lepas dari kerja bersama jajaran organisasi perangkat daerah atau OPD setempat.

"Kalau tugas kami kan memberikan advokasi dan pendampingan, jadi masing-masing OPD itu ada tugasnya sendiri," kata dia.

Dinas Kesehatan, kata Imam, terlibat penurunan angka stunting mengenai gizi, mulai dari ibu hamil hingga balita, sedangkan Dinas PUPP terkait dengan jamban keluarga, sanitasi dan RTLH(rumah tidak layak huni).

Sementara urusan ketersediaan pangan, menjadi tugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Peternakan dan Perikanan, termasuk Dinas Sosial terkait tugas Dinas Sosial.

Imam menambahkan, jajaran OPD setempat akan terus bekerja bagaimana prevalensi stunting di Situbondo pada 2024 ini bisa kembali turun di angka 3 persen atau bahkan nol stunting.

"Kalau sesuai instruksi presiden itu 14 persen di Tahun 2024 sudah kami lalui, tetapi kemarin Pak Bupati meminta stunting harus bisa turun lagi di 3 persen atau nol stunting di akhir 2024," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.