Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Peretasan, Belanda Dorong Penguatan Kerja Sama Keamanan Siber dengan Indonesia

📅 Kamis, 27 Jun 2024, 00:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Peretasan, Belanda Dorong Penguatan Kerja Sama Keamanan Siber dengan Indonesia Doc: ANTARA/Nabil Ihsan
Ket. Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Adriaan Palm memberikan sambutannya dalam pembukaan agenda Cyber Law Expert Panel yang diselenggarakan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta dan Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) di Jakarta, Rabu (26/6/2024).

Jakarta - Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Adriaan Palm mengatakanketahanan siber harus dibina secara komprehensif melalui kerja sama dalam berbagai bentuk, termasuk antarnegara seperti yang terjalin antara Belanda dengan Indonesia.

Adriaan menyoroti kerja sama Belanda-Indonesia dalam aspek keamanan siber semakin kuat berkat nota kesepahaman terkait yang ditandatangani antara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI dan Kementerian Luar Negeri Belanda pada Oktober 2023 lalu.

"Kami juga mendapat rekanan yang sangat konstruktif (dalam bidang keamanan siber) di Indonesia, di antara pihak-pihak lain, dan saya melihat ... Indonesia memiliki DNA hukum yang sama dan bahasa hukum yang sama," ucap Adriaan di Jakarta, Rabu.

Dalam pembukaan agenda Cyber Law Expert Panel yang diselenggarakan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta dan Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Adriaan mengatakan bahwa serangan siber di masa kini, sekecil apapun bentuknya, akan berdampak besar bagi masyarakat.

Hal tersebut, ucap dia, adalah karena peran teknologi siber saat ini jadi semakin vital dalam berbagai aspek kehidupan, seperti telekomunikasi, pasokan energi, ataupun kegiatan rumah sakit dan perbankan.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut segala upaya penguatan kerja sama dalam aspek keamanan siber dengan berbagai pihak, seperti dengan Indonesia, untuk dapat saling belajar mengenai cara-cara terbaik menyempurnakan ketahanan siber.

Terlebih, menurutnya, Indonesia dan Belanda adalah dua negara dengan perkembangan digital paling pesat di kawasan masing-masing.

"Kami yakin kunci dari ketahanan tersebut adalah kerja sama, baik antarpemerintah, antarbisnis, antarinstitusi cendekia, dan tentu saja, juga melalui pendekatan multipemangku kepentingan," kata dia.

Adriaan juga mengatakan bahwa kerja sama antar negara terbukti efektif dalam menanggulangi risiko kejahatan siber. Ia mencontohkan sanksi Uni Eropa terhadap pelaku kejahatan siber baru-baru ini berhasil tercapai berkat kerja sama antara negara-negara anggotanya, khususnya dalam aspek pertukaran data siber dan peringatan dini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.