Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bunga Teratai dari Biji Berusia Ribuan Tahun Mekar di Tiongkok Selatan

📅 Rabu, 26 Jun 2024, 19:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bunga Teratai dari Biji Berusia Ribuan Tahun Mekar di Tiongkok Selatan Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Bunga teratai yang tumbuh dari biji kuno dipajang di Kebun Raya Nanning di Nanning, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Tiongkok, pada 18 Juni 2024 lalu

NANNING - Setelah terkubur selama 1.200 tahun, sebutir biji teratai kini telah tumbuh dan bunganya sedang bermekaran di sebuah kota di Tiongkok selatan, menyuguhkan wujud kuno dari bunga yang kerap muncul dalam puisi dan masakan Tiongkok itu.

Teratai tersebut, yang dipamerkan di Kebun Raya Nanning di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, tumbuh dari salah satu dari tiga biji yang ditemukan dalam penggalian di Provinsi Liaoning, Tiongkok timur laut. Hasil pengujian karbon-14 menunjukkan bahwa usia dari ketiga biji teratai itu sekitar 1.200 tahun.

Sejak Mei tahun lalu, para pakar botani dari lembaga penelitian tanaman subtropis Guangxi berupaya menghidupkan kembali biji-biji teratai tersebut. Mereka secara hati-hati membelah cangkang biji itu untuk memudahkan proses perkecambahan sebelum kemudian menempatkannya di lingkungan yang dipantau dengan cermat.

Pada akhirnya, dua biji di antaranya bertunas, dan satu dari kedua biji itu mekar untuk pertama kalinya pada bulan lalu.

Teratai memiliki kesamaan arti dengan "kemurnian" dan "integritas" dalam budaya tradisional Tiongkok, dengan sebuah artikel dari era Dinasti Song (960-1279) memuji teratai sebagai bunga yang "tumbuh tanpa cacat dari lumpur". Sementara itu, biji dan akarnya merupakan bahan yang umum dipakai dalam masakan Tiongkok.

Tiongkok memiliki sejarah panjang dalam menghidupkan kembali biji teratai yang berusia ratusan tahun. Catatan Dinasti Ming (1368-1644) telah mendokumentasikan proses menghidupkan kembali biji teratai yang sudah membatu dan tidak diketahui usianya.

Upaya menghidupkan kembali biji teratai kuno baru-baru ini kerap melibatkan pembudidayaan di laboratorium. Pada 2019, sebuah bunga teratai mekar di Istana Musim Panas Lama, atau Yuanmingyuan, di Beijing, setelah para ilmuwan meneliti bijinya yang telah berada di bawah tanah selama lebih dari 100 tahun.

Wei Miaoqin, peneliti dari lembaga penelitian tanaman subtropis Guangxi, mengatakan bahwa biji teratai memiliki struktur berlapis-lapis yang menutup air dan udara. Hal ini membuat biji teratai dapat tetap dorman selama lebih dari satu milenium jika disimpan di lingkungan yang kering, sejuk, dan tertutup.

Menghidupkan kembali benih kuno tersebut telah memungkinkan orang-orang di masa kini dapat mengamati dari dekat bunga-bunga kuno itu, yang memiliki kelopak lebih sedikit dibandingkan varietas modernnya, tutur Wei.

"Ini seperti pengalaman perjalanan waktu (time travel) di mana kita bisa melihat bunga yang sama dengan bunga yang pernah dikagumi oleh leluhur kita," imbuh dia. Ant/ Xinhua/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.