Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasad Lepas Liarkan Satwa Langka untuk Dukung Konservasi Alam

📅 Selasa, 25 Jun 2024, 23:29 WIB | Oleh:
Kasad Lepas Liarkan Satwa Langka untuk Dukung Konservasi Alam Doc: istimewa
Ket. Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melepasliarkan beberapa jenis satwa langka yang dilindungi, ke habitat aslinya di kawasan Hutan Lindung Pegunungan Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, Selasa (25/6).

JAKARTA - Sebagai wujud komitmen TNI AD dalam mendukung konservasi alam, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melepasliarkan beberapa jenis satwa langka yang dilindungi, ke habitat aslinya di kawasan Hutan Lindung Pegunungan Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, Selasa (25/6).

Menurut siaran persnya, kegiatan ini dilakukan TNI AD, selain untuk mendukung program pelestarian satwa liar, juga untuk menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia, yang sejalan dengan komitmen TNI AD untuk bersatu dengan alam.

Selain TNI AD, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang konservasi, serta masyarakat setempat, juga turut berpartisipasi dalam kegiatan positif ini.

Acara diawali dengan pelepasliaran burung elang dari Bukit Sempur yang disaksikan Kasad melalui videotron, dan selanjutnya Kasad secara langsung melepasliarkan burung elang ke alam bebas. Selain burung elang, satwa lain yang juga dilepasliarkan antara lain ular sanca kembang, landak, kukang, dan beberapa jenis satwa lainnya yang selesai direhablitasi oleh BKSDA.

"Hari ini kita melepas satwa yang dilindungi, yang sudah hampir satu tahun dikelola oleh BKSDA untuk siap dilepas. Kita juga menjaga dan melindungi habitatnya. Alamnya kita pelihara, masyarakat sekitarnya juga diberikan kehidupan," ujar Kasad.

Terkait lokasi pelepasliaran satwa liar tersebut yaitu kawasan hutan lindung Sanggabuana, Kasad mengungkap masyarakat setempat juga menyampaikan aspirasinya yang menginginkan agar kawasan tersebut juga dijadikan lahan pertanian dan perkebunan.

"Wilayah ini merupakan kawasan hutan lindung, makanya kita lepaskan. Nanti bisa ditanyakan detailnya, berapa luas yang menjadi hutan lindung, dan berapa luas bisa menjadi lahan pertanian. Sebenarnya masyarakat sangat ingin (jadi lahan pertanian), tetapi tetap ada batasan-batasan dari hasil koordinasi kami dengan pemerintah daerah, BKSDA dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Jadi, kita lihat apa ini masih memungkinkan atau tidak," ungkap Kasad.

Pelepasliaran burung ke alam liar ini merupakan kali pertama hal ini dilakukan, dan untuk melepasliarkan satu jenis burung butuh proses dan waktu yang cukup panjang. Untuk itu Kasad berharap sinergi berbagai pihak dari TNI/Polri hingga pemerintah daerah, dapat membantu menyosialisasikan kepada masyarakat dan BKSDA yang akan mengelola.

Pada kesempatan tersebut, Kasad berdialog dengan petani pengelola lahan di Bukit Sempur melalui zoom meeting dan meninjau peternakan kambing, serta memberikan bantuan sosial kepada masyarakat setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.