Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Puar Lolo, Tempat Pengamatan Burung Endemik Flores yang Terancam Punah

📅 Sabtu, 22 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Di kawasan Puar Lolo, pengunjung bisa menjumpai Elang Flores (Nisaetus floris), Kehicap Flores (Monarcha Sacerdotum), dan Gagak Flores (Corvus florensis). Ketiganya merupakan jenis burung langka di Flores yang bisa dijumpai di Hutan Mbeliling.

Elang Flores adalah burung endemik Nusa Tenggara yang persebarannya di Pulau Flores, Pulau Alor, Pulau Komodo, Pulau Sumbawa, dan Pulau Lombok. Elang Flores memiliki ukuran tubuh sepanjang 71-82 sentimeter dengan rentang sayap sepanjang 140-160 sentimeter.

Bagian tubuh Elang Flores berwarna coklat kehitaman dengan bulu kepala, leher, dada dan perut berwarna putih dan sedikit corak tipis kemerahan. Ekornya berwarna coklat gelap dengan enam batang sayap utama. Sayap Elang Flores berwarna putih keabu-abuan serta terlihat ujung yang menjari pada saat sedang terbang membentangkan sayap.

Burung ini termasuk ke dalam 10 jenis burung raptor (burung pemangsa) paling terancam di dunia. Berdasarkan IUCN Redlist, Elang Flores termasuk dalam kategori critically endangered (CR) atau terancam punah.

Elang Flores dapat dijumpai pada hutan primer, hutan sekunder, dan lahan budidaya mulai dari dataran rendah ke pegunungan di ketinggian 1600 mdpl. Pakan alaminya berupa mamalia kecil, burung, biawak, serta ayam peliharaan yang dibiarkan bebas. Kebiasaan memangsa ayam peliharaan tersebut menyebabkan Elang Flores sering diburu oleh petani karena dianggap sebagai hama.

Sedangkan Kehicap Flores merupakan salah satu burung endemik pulau Flores, Nusa Tenggara Barat. Burung ini menjadi salah satu burung langka di Indonesia. Daftar Merah IUCN memasukkannya sebagai spesies endangered (EN) atau terancam. Sayangnya, menurut Kehati, meskipun langka dan endemik, Kehicap Flores belum tercantum sebagai burung yang dilindungi di Indonesia.

Burung yang masih berkerabat dekat dengan Kehicap Boano (Monarcha boanensis) ini dalam bahasa Inggris disebut sebagai Flores Monarch. Sedangkan nama latin hewan dari famili Monarchidae ini adalah Monarcha sacerdotum (Mees, 1973). Nama sinonimnya, Symposiachrus sacerdotum (Mees, 1973).

Kehicap Flores atau Flores Monarch adalah burung berukuran berukuran sedang. Panjang tubuhnya sekitar 15,5 sentimeter. Tubuh bagian atas kombinasi hitam dan abu-abu. Sedangkan bagian leher depan dan juga wajahnya berwarna putih.

Sedangkan bulu luar ekor berwarna putih. Bagian muka berwarna hitam. Dahi, tenggorokan, dan bagian bawah tubuh berwarna putih. Sekilas mirip dengan kerabatnya, Kehicap Kacamata, namun tidak memiliki bulu berwarna merah-karat di tubuh bagian bawah.

Kehicap Flores adalah burung endemik Flores, yang hanya ditemukan di ujung barat Flores. Penyebaran burung dengan kicauan merdu ini melingkupi wilayah yang sangat sempit yakni Hutan Mbeliling dan Sano Nggoang, Manggarai Barat, NTT.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) menempatkan Kehicap Flores dalam status terancam punah. Dari rangkuman catatan pendataan terakhir memperkirakan jumlah populasi burung langka ini berkisar antara 2.500 - 9.999 ekor dewasa.

Hutan Mbeliling disebut rumah terakhir burung ini, setelah mengalami tekanan masif di kawasan lain di bagian tengah dan timur Flores. Oleh karenanya, Puar Lolo yang berada di kawasan hutan ini sangat cocok untuk melihat burung langka ini.

Seperti gagak umumnya, Gagak Flores berwarna hitam. Ditemukan dalam kelompok kecil habitatnya berada di hutan dataran rendah dan perbukitan. Sebaran tumpang tindih dengan gagak kampung yang sama-sama memiliki paruh tebal, namun ukuran gagak Flores lebih kecil dengan paruh relatif lebih kecil, serta tidak memiliki dahi curam yang menjadi ciri khas gagak kampung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.