Puar Lolo, Tempat Pengamatan Burung Endemik Flores yang Terancam Punah
📅 Sabtu, 22 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoLaman E-Bird menyebut, gagak flores juga lebih menyukai habitat hutan, menghindari habitat terbuka. Burung ini memiliki suara yang khas seperti suara panggilan merengek bernada tinggi mirip bayi "waa" dan "we-we-we", terkadang diikuti dengan "kyop" dalam menghasilkan juga nada "kraaa" tinggi, suara tenggorokan dua-kata "kwiyou" dan berbagai nada-nada lain.
Selain mengamati burung, di Puar Lolo wisatawan dapat menikmati aneka sajian kuliner yang bahannya diproduksi oleh masyarakat Desa Golo Damu, seperti pisang, ubi, dan jagung. Selain itu penduduk desa juga telah mengembangkan kerajinan lokal untuk dijual kepada wisatawan seperti tikar, tembikar, dan tenun. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!