Puar Lolo, Tempat Pengamatan Burung Endemik Flores yang Terancam Punah
📅 Sabtu, 22 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Wikimedia Commons
Hutan Mbeliling saat ini menjadi pertahanan bagi keanekaragamanan hayati Flores. Di lokasi ekowisata Puar Lolo, wisatawan dapat melihat perilaku burung-burung endemik langka yang tidak dapat dijumpai di tempat lain.
Libur sekolah telah tiba, saatnya bagi keluarga untuk melakukan liburan.Aktivitas birdwatchingmungkin bisa menjadi pilihan liburan yang menyenangkan, edukatif, mengenalkan anak akan kecintaan terhadap lingkungan.
Kepulauan di Indonesia sangat kaya akan berbagai spesies endemik, juga termasuk burung-burung langka yang cantik. Karena hampir setiap pulau di Indonesia memiliki burung burung khas yang tidak dijumpai di pulau lain, hal ini menjadi salah satu tujuan dari kegiatanbirdwatching.
Seperti namanya,birdwatchingadalah kegiatan pengamatan spesies burung liar yang dilakukan di alam bebas dengan mata telanjang atau dengan menggunakan teropong. Selain mengamati, mendengarkan kicauannya adalah sebuah keindahan yang tiada tara.
Dalam sejarahnya,birdwatching sebenarnya ditujukan untuk kepentingan ilmiah. Kegiatan ini pertama kali diperkenalkan oleh Alexander Wilson asal Skotlandia. Pada periode 1808-1813, Wilson secara aktif melakukan pengamatan untuk mengumpulkan gambar dan informasi tentang burung-burung yang ditemui.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kini kegiatan tersebut telah berkembang menjadi hobi dan juga wisata yang menyenangkan. Mereka umumnya pecinta burung, pecinta alam, fotografer, orang biasa yang ingin melihat burung di habitatnya secara langsung.
Kegiatan pengamatan ini kadang dilakukan dengan melakukan trekking di tengah hutan, menyeberang sungai, hingga mendaki gunung. Tidak heran pengamatan burung ini juga termasuk aktivitas yang dapat memacu adrenalin.
Salah satu destinasi yang menawarkanbirdwatchingadalah di ekowisata di Hutan Puar Lolo di Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Jaraknya hanya 37,9 kilometer dari Labuan Bajo, ibu kota kabupaten tersebut, dengan waktu tempuh 1 jam 6 menit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk menarik kunjungan wisatawan dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di Mabar, pemerintah kabupaten melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPT) Kesatuan Pengelolahan Hutan (KPH) Mabar mengembangan ekowisata Puar Lolo.
UPT KPH Mabar dalam mengembangan ekowisata Puar Lolo yang berada di dalam Hutan Mbeliling dengan menggandeng Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan, Lembaga Burung Indonesia dan kelompok masyarakat Desa Golo Damu.
Hutan Mbeliling seluas 77.485,75 hektare. Tempat ini menjadi harapan terakhir bagi untuk bertemu dengan burung-burung endemik pulau Flores yang beberapa diantaranya berstatus terancam punah (critically endangered) dan terancam bahaya (endangered).
Sebagai habitat beberapa burung endemik, ekowisata Puar Lolo yang berada di kawasan hutan lindung Mbeliling yang selama ini belum dioptimalkan potensinya. Sebelumnya pemerintah Kabupaten Mabar masih berfokus mengembangan ekowisata Wae Bobok dan Sano Limbung yaang lokasi keduanya berada di Kecamatan Boleng.
Berbeda dengan keduanya, di Puar Lolo selain wisatawan dapat menikmati keindahan hutan lindung juga dapat mengamati berbagai bentuk dan warna serta kicauan merdu berbagai jenis burung yang ada.
Langka
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!