Kemarau Picu Harga Jagung di Gorontalo Naik akibat Gagal Panen
📅 Sabtu, 25 Jul 2026, 13:15 WIB | Oleh: Tim PenulisGORONTALO – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memengaruhi harga dan kualitas jagung di sejumlah pasar tradisional di Provinsi Gorontalo akibat menurunnya hasil panen petani.
Pedagang jagung di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Oma Nana, Sabtu (25/7), mengatakan harga jagung manis mengalami kenaikan karena pasokan berkurang selama musim kemarau.
"Sebelumnya Rp10 ribu bisa mendapat lima tongkol, sekarang hanya tiga tongkol. Kualitasnya juga menurun karena isi jagung menjadi kering dan menyusut akibat cuaca panas," ujar Oma Nana.
Ia menjelaskan, kenaikan harga juga terjadi pada jagung varietas BISI-2 dan hibrida yang saat ini dijual sekitar Rp10 ribu per liter. Menurutnya, kedua jenis jagung tersebut paling terdampak karena umumnya ditanam di lahan yang luas dan jauh dari sumber air.
"Jagung membutuhkan air yang cukup agar tumbuh subur. Kalau kemarau datang lebih awal, hasilnya menyusut bahkan bisa gagal panen," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oma Nana mengatakan tanaman jagung membutuhkan waktu sekitar 70 hari hingga siap dipanen. Namun, apabila tanaman mengalami kekeringan sejak awal masa pertumbuhan, petani berpotensi tidak memperoleh hasil panen yang optimal.
Sementara itu, jagung manis dinilai masih memiliki peluang produksi yang lebih baik karena umumnya dibudidayakan di lahan yang berada di sekitar kawasan sungai sehingga kebutuhan air relatif lebih terjaga.
Kondisi tersebut menyebabkan pasokan jagung ke pasar menurun dan mendorong kenaikan harga di tingkat pedagang, seiring meningkatnya risiko gagal panen pada musim kemarau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!