Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Usung Standar Global Perlindungan Anak di Ruang Digital

📅 Sabtu, 25 Jul 2026, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Usung Standar Global Perlindungan Anak di Ruang Digital Doc: KEMKOMDIGI
Ket. Menkomdigi Meutya Hafid saat melakukan audiensi dengan perwakilan Google di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, Kamis (23/07/2026).

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan komitmen Indonesia untuk membangun standar global pelindungan anak di ruang digital melalui pendekatan regulasi berbasis risiko dan kolaborasi dengan platform digital.

Menurutnya, pelindungan anak tidak dapat berhenti pada penyusunan aturan, tetapi harus diwujudkan melalui solusi teknologi yang mampu mengurangi risiko sejak layanan digital dirancang.

"Platform digital memiliki pengetahuan dan kemampuan teknologi untuk menghadirkan fitur-fitur yang dapat menurunkan risiko tersebut sejak awal perancangan produknya," kata Meutya dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi Vice President Government Affairs and Public Policy Google Markham Erickson di Jakarta Pusat.

Meutya menegaskan Indonesia ingin menghadirkan model tata kelola digital yang aman, inklusif, dan dapat menjadi referensi bagi negara lain.

Pemerintah memastikan ruang digital tetap memberikan manfaat bagi anak, sekaligus memiliki pelindungan yang memadai terhadap berbagai potensi risiko.

Meutya mengatakan Indonesia memilih pendekatan berbasis risiko dalam mengatur pelindungan anak di ruang digital, bukan melalui larangan menyeluruh terhadap penggunaan teknologi.

Menurutnya, pendekatan ini memastikan pelindungan berjalan secara proporsional dengan tetap menjaga ruang inovasi dan perkembangan ekosistem digital. Indonesia ingin menunjukkan bahwa keamanan anak dan kemajuan teknologi dapat berjalan secara beriringan.

"Kami ingin Indonesia menjadi salah satu model bagi negara lain dalam hal regulasi untuk melindungi anak-anak di ruang digital. Pendekatan yang kami pilih bukan larangan menyeluruh, melainkan pendekatan berbasis risiko sehingga ruang digital tetap aman, sekaligus mendukung inovasi," ujar Meutya.

Menurut Meutya, platform digital memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keamanan pengguna, terutama anak-anak yang menjadi bagian dari ekosistem digital.

Regulasi pemerintah menjadi fondasi utama, namun teknologi juga harus dirancang dengan prinsip keamanan sejak awal agar mampu mencegah risiko sebelum terjadi. Karena itu, platform digital perlu menghadirkan fitur dan mekanisme pelindungan yang efektif serta berkelanjutan.

Meutya menjelaskan sejumlah inovasi teknologi telah menjadi bagian penting dalam memperkuat pelindungan anak, mulai dari fitur pengaturan waktu penggunaan, pengawasan orang tua, hingga mekanisme pelindungan terhadap konten berisiko.

Menurutnya, berbagai inovasi tersebut harus terus dikembangkan dan menjadi praktik terbaik yang dapat diterapkan secara lebih luas.

"Jika kita dapat membangun model fitur yang efektif dalam menurunkan risiko bagi anak-anak, maka model tersebut dapat menjadi acuan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kj cup 26

Open Dining of Jakarta, Wisata Kuliner Baru di Atas Bus dengan Panorama Ibu Kota

Open Dining of Jakarta, Wisata Kuliner Baru di Atas Bus dengan Panorama Ibu Kota

25 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.