Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Baketrans Uji Coba Penerbangan Seaplane di Bandar Udara Perairan Bali

📅 Jumat, 21 Jun 2024, 19:30 WIB | Oleh:
Baketrans Uji Coba Penerbangan Seaplane di Bandar Udara Perairan Bali Doc: istimewa
Ket. esawat Cessna 172SP Amphibious yang digunakan Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan dalam uji coba penerbangan pesawat terbang air yang terbang dan mendarat dari laut (seaplane) di Pantai Mertasari, Bali pada hari Kamis (20/6).

JAKARTA- Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan melakukan uji coba penerbanganpesawat terbang air yang terbang dan mendarat di laut (seaplane). Pengujian yang dilakukan diPantai Mertasari, Bali pada pada Kamis (20/6) dilakukan sebagai upaya mendorong area di sekitar Denpasar, Bali untuk menjadi hub pertama di Indonesia yang kemudian terhubung dengan lokasi-lokasi potensial lainnya.

Kegiatanpengujian dengan pesawatCessna 172SP Amphibious merupakan uji coba kedua yang sebelumnya telah dilakukan pada 2021 di Pulau Gili Iyang, Sumenep, Jawa Timur. Uji cobaseaplaneini juga menjadi tindak lanjut dari kegiatanquick winBaketrans pada 2024 terkait Bandar Udara Perairan.

Kepala Badan Kebijakan Transportasi, Robby Kurniawan, mengatakan bahwa Bandar Udara Perairan memiliki potensi dan peluang bagi Indonesiasebagai negara kepulauan.Seaplanediharapkandapat menjadi alternatif transportasi penyeberangan yang menghubungkan antar Ibu Kota Provinsi atau kota-kota besar dengan kota lainnya.

"Seaplanemenjadi media penghubung bagi para pelancong dari hubairportke destinasi wisata berbasis perairan, serta menjadi simpul transportasi perintis bagi daerah pulau dan kepulauan khususnya di wilayah 3T," ujar dia melalui keterangan tertulis Jumat (21/6).

Ia menambahkan, pengoperasian bandar udara perairan dan seaplane di negara kepulauan seperti Indonesia, selain dapat menjadi opsi dalam meningkatkan konektivitas, juga dapat menjadi peluang baru. Bagi wilayah-wilayahyang terhubung dapatmenarik minat wisatawan dan pengembangan destinasi wisata di wilayah tersebut.

"Pada2024 ini, Baketrans melaksanakan analisis kebijakan dan studi kelayakan terkait pengoperasian bandar udara perairan berstatus umum dengan fokus usulan berupaprojek percontohandi wilayah selatan Bali yang kemudian akan berperan sebagai hub,"ungkapRobby.

Berdasarkan kajian yang dilakukan Baketrans Kemenhub dan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2024, pemilihan Kepulauan Bali ini didasarkan pada jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara tertinggi di Indonesia. Pada 2018, Denpasar menerima 6 juta kedatangan wisatawan dan diproyeksikan pada2024 akan menjadi 6,6 juta kedatangan.

"Bali sudah memiliki pangsa pasar sendiri tersendiri, saat ini industri aviasi di Bali luar biasa, untuk transportasi sewa helikopter sudah sangat berkembang dan peminatnya sangat banyak, jadiseaplaneini bisa menjadi alternatif," ujar Robby.

Ia menambahkan,Baketrans juga sudah memetakan lima lokasi yang sudah disurvei dalam segala aspek, yakni Danau G20, Pantai Jerman, Pantai Sanur, Pantai Geger dan Pantai Mertasari dan dari hasil kajian tersebut lokasi yang terpilih adalah Pantai Mertasari dengan pertimbangan nilai kelayakan pengoperasian, pengembangan wilayah, ekonomi dan finansial, teknispembangunan, angkutan udara, lingkungan dan sosial yang tertinggi.

Lebih lanjut Robbymenuturkan,Baketrans juga sudah melakukantinjauan (review)terhadap semua regulasi dalam rangka mendukung pengoperasianseaplane, penyusunan standar operasional prosedur dan NSPK, serta standar minimum yang diperlukan dalam membangun bandar udara perairan yang sifatnya umum.Kegiatan ini dilakukan bersama denganseluruhpemangku kepentingan.

Pengembanganseaplanesebagai transportasi berbasis udara perairan juga tidak terlepas dari gagasan Kepala Pusat Kebijakan Prasarana Transportasi dan Integrasi Moda sekaligus Ketua Uji Coba Seaplane, Capt. Novyanto Widadi. Ia menyatakan sudah terlibat sejak awal pengembangan bandar udara perairan.

Ketua Uji Coba Seaplane dan pilot yang menerbangkan pesawat tipe Cessna 172SP Amphibious ini optimis Indonesia bisa memiliki alternatif transportasi baru. Ia juga menilaiseaplanedapat memberikan pengalaman berbeda dalam menggunakan transportasi.

"Selain kapal laut sebagai pilihan, seaplane atau pesawat amfibi menjadi satu-satunya transportasi alternatif yang dapat mengkolaborasikan air dan udara.Seaplanemenjadi alternatif transportasi perairan untuk Indonesia yang secara geografis merupakan negara kepulauan," jelas Capt. Novyanto.

Menurut dia, uji cobaseaplaneini sudah berhasil dilaksanakan dengan lancar dan selamat di Pantai Mertasari. Berkaca pada hasil hari ini maupun sebelumnya yang juga telah dilakukan di Pulau Gili Iyang, dapatdilihat bahwa tidak adanya kendala dalam sisi regulasi bagi pelaksanaan operasi ini, baik dari segi navigasi maupun kewilayahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.