Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Banten Tegaskan SPMB 2026 SMA, SMK, dan SKh Negeri Harus Sesuai Sistem, Tak Boleh Ada Jalur di Luar Mekanisme.

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 11:36 WIB | Oleh:
Gubernur Banten Tegaskan SPMB 2026 SMA, SMK, dan SKh Negeri Harus Sesuai Sistem, Tak Boleh Ada Jalur di Luar Mekanisme. Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Banten, Andra Soni.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA, SMK, dan SKh negeri tahun 2026 berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik titip-menitip calon peserta didik dari pihak mana pun.

"Sistemnya sudah ada. Kita ikuti alur nya sebagaimana yang sudah ditentukan. Tidak boleh ada siapa pun yang mencoba mengikuti di luar mekanisme yang ada," tegas Gubernur Banten, Andra Soni, di Serang, Sabtu.

Gubernur juga menginstruksikan agar panitia di masing-masing sekolah menjalin komunikasi yang transparan dan proaktif dengan masyarakat.

"Pemahaman warga terkait teknis pendaftaran yang masih beragam harus dijawab dengan pendampingan, bukan dengan memanfaatkan celah di luar prosedur resmi," katanya.

Lebih lanjut, untuk mencegah potensi penyimpangan dan menjamin keadilan akses pendidikan bagi masyarakat, Pemprov Banten telah mendesain SPMB 2026 ke dalam enam jalur penerimaan yang terukur dan terintegrasi, meliputi jalur domisili lingkungan yang diprioritaskan untuk calon siswa terdekat dari sekolah.

Selanjutnya jalur domisili wilayah yang mencakup zona luas wilayah kecamatan terdekat sekolah, jalur afirmasi yakni perlindungan akses pendidikan bagi keluarga tidak mampu dan penyandang disabilitas, jalur prestasi akademik yang menggunakan indikator seleksi nilai rapor.

Serta jalur prestasi non-akademik yang mengakomodasi siswa dengan penghargaan atau kejuaraan di bidang seni dan olahraga, jalur mutasi yang diperuntukkan khusus bagi perpindahan tugas kerja orang tua.

"Dengan penerapan enam jalur resmi yang proporsional tersebut, kami berharap masyarakat dapat mengikuti seluruh tahapan SPMB dengan tenang, percaya pada sistem, dan tidak mencoba menitipkan anaknya melalui jalur-jalur yang tidak sah," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.