Putin Kunjungi Vietnam, Sekutu Lamanya di Asia
📅 Kamis, 20 Jun 2024, 08:52 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Sputnik/Gregory Sysoev
MOSKOW - Russia akan terus mengembangkan hubungan bilateral dan kerja sama dengan Vietnam, kata Presiden Vladimir Putin dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Nhan Dan, surat kabar resmi Partai Komunis Vietnam, Rabu (19/6).
Presiden Russia Vladimir Putin telah tiba di Vietnam untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin negara tersebut setelah menyelesaikan perjanjian pertahanan dengan Korea Utara, kantor berita Russia melaporkan.
Pesawat Putin mendarat di Hanoi pada Kamis (20/6) pagi, lapor kantor berita tersebut. Vietnam adalah perhentian terakhir dalam turnya di Asia.
Menjelang kedatangannya, Putin memuji Vietnam atas pendiriannya yang "seimbang" terkait perang di Ukraina dan ia menyebutkan kemajuan dalam bidang pembayaran, energi dan perdagangan dalam tulisan opini yang diterbitkan di surat kabar Nhan Dan.
"Bersama dengan teman-teman Vietnam, kami akan terus membangun hubungan bilateral, mengembangkan kerja sama demi kepentingan rakyat kami, demi stabilitas dan kemakmuran di kawasan dan dunia pada umumnya," kata Putin dalam dalam artikel tersebut, yang dikutip Sputnik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Putin memuji negara yang diperintah Komunis di Asia Tenggara itu karena mendukung "cara pragmatis untuk menyelesaikan krisis" di Ukraina.
Vietnam, yang secara resmi menerapkan kebijakan luar negeri netral dalam hubungannya dengan negara-negara besar dunia, tidak mengutuk serangan Russia terhadap Ukraina.
Putin berencana bertemu dengan para pemimpin Vietnam pada hari Kamis, setelah melakukan perjalanan ke Korea Utara di mana pemimpin Kim Jong Un menjanjikan "dukungan penuh dan solidaritas" untuk perang Russia di Ukraina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Putin dan Kim menandatangani perjanjian yang mencakup janji pertahanan bersama, salah satu langkah paling signifikan Russia di Asia selama bertahun-tahun yang menurut Kim setara dengan "aliansi".
Yulia Shapovalova dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Moskow, mengatakan media lokal menggambarkan kunjungan Putin ke wilayah tersebut sebagai kunjungan yang "digaungkan oleh dunia".
"Mereka mengatakan kunjungan tersebut… telah menarik perhatian Amerika Serikat dan Barat karena berpotensi mempengaruhi lanskap geopolitik regional," kata Shapovalova.
Dalam opini tersebut, Putin, yang melakukan kunjungan pertamanya ke Vietnam sejak tahun 2017 ketika ia menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), mengatakan bahwa Russia dan Vietnam juga berbagi "penilaian serupa mengenai situasi di kawasan Asia-Pasifik" .
Posisi Vietnam di Laut Tiongkok Selatan berbeda dengan Tiongkok, yang mengklaim jalur perairan strategis tersebut hampir seluruhnya sebagai miliknya, termasuk ladang gas dan minyak di Zona Ekonomi Eksklusif Vietnam tempat perusahaan-perusahaan Russia mengekstraksi minyak dan gas.
Kepentingan Strategis
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!