Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indeks Pariwisata Indonesia Peringkat ke-22 global dan ke-2 di Asean

📅 Rabu, 19 Jun 2024, 16:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indeks Pariwisata Indonesia Peringkat ke-22 global dan ke-2 di Asean Doc: ANTARA/Putu Indah Savitri
Ket. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberi sambutan dalam acara Apresiasi Peningkatan Peringkat TTDI 2024 Indonesia di Gedung Kemenparekraf, Jakarta, Rabu (19/6/2024).

JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, berdasarkan Travel and Tourism Development Index (TTDI) oleh World Economic Forum (WEF), Indonesia berada di peringkat ke-22 global dan ke-2 di Asean, lebih tinggi daripada Malaysia dan Thailand.

"Kita apresiasi dan alhamdulillah posisi kita jadi ke-22 global," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam acara Apresiasi Peningkatan Peringkat TTDI 2024 Indonesia di Gedung Kemenparekraf, Jakarta, Rabu (19/6).

Dikutip dari Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2024 oleh World Economic Forum (WEF), Malaysia menempati peringkat ke-35 global, serta Thailand menempati peringkat ke-47 global. Sedangkan, Singapura menempati peringkat ke-13 global, yang sekaligus mengantarkan Negeri Singa tersebut menempati peringkat Travel and Tourism Development Index tertinggi di kawasan Asean.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Menteri Pariwisata periode 2014-2019 Arief Yahya yang juga menyampaikan apresiasi atas capaian Indonesia. Arief Yahya berulang kali menyoroti keberhasilan Indonesia dalam mengungguli Malaysia dan Thailand.

Pada 2013, tutur dia, Indonesia berada di peringkat ke-70 dari 120 negara. Saat itu, Indonesia lebih rendah daripada Singapura (peringkat ke-10), Malaysia (peringkat ke-34), dan Thailand (peringkat ke-43).

Arief mengatakan, saat itu Indonesia menargetkan untuk menyalip peringkat Malaysia dan Thailand.

Kini, Arief merasa puas terhadap capaian Indonesia pada Travel and Tourism Development Index 2024 yang berhasil meroket hingga peringkat ke-22, serta mengungguli Malaysia dan Thailand

"Yang memuaskan itu, kita (Indonesia) ada di atas Malaysia. (Di atas) Thailand juga. Malaysia ranking 35, Thailand ranking 47," kata Arief Yahya.

Arief Yahya mengatakan bahwa capaian ini merupakan warisan tertinggi bagi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ia mengungkapkan, sesungguhnya ia hanya bercita-cita agar Indonesia berhasil menembus peringkat ke-30.

"Cita-cita saya sebenarnya hanya ranking 30. Jadi ranking 22 ini beyond my expectation. Ini legacy, ini warisan mungkin yang tertinggi," kata Arief Yahya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

41 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.