Yogyakarta Benahi Sungai demi Dorong Wisata Arung Jeram
📅 Jumat, 22 Mei 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim PenulisYOGYAKARTA – Pengembangan wisata arung jeram menjadi peluang strategis untuk mendorong pariwisata berbasis alam sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan sungai.
Aktivitas ini tidak hanya menawarkan pengalaman wisata petualangan, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda bagi sektor penginapan, kuliner, transportasi, hingga usaha lokal.
Namun, keberhasilan pengembangan arung jeram sangat bergantung pada aspek keselamatan, kualitas infrastruktur pendukung, serta kelestarian lingkungan sungai yang menjadi daya tarik utama.
Tanpa pengelolaan yang berkelanjutan, peningkatan aktivitas wisata berisiko merusak ekosistem dan menurunkan kualitas destinasi dalam jangka panjang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta segera melakukan langkah penanganan berupa normalisasi atau pembersihan sedimentasi dan batu di aliran Sungai Code wilayah Jetis guna mendukung potensi wisata arung jeram di pusat kota tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Rencana kami setelah susur sungai ini, seminggu-dua minggu lagi kami turunkan alat berat, kemudian kita membersihkan, menormalisasi sungai ini," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo usai melakukan kegiatan susur Sungai Code di Yogyakarta, Jumat (22/5).
Menurut dia, dalam dua pekan ke depan, alat berat akan dikerahkan untuk mengatasi sedimentasi dan batu-batu besar yang menghambat aliran sungai. Langkah tersebut sebagai penataan Sungai Code dalam mendukung wisata arung jeram.
"Karena di beberapa titik ruas (sungai) ini sudah terjadi pendangkalan, sedimen dan juga batu-batu besar ada di tengah," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain penataan fisik sungai, Wali Kota juga menekankan pentingnya edukasi pada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. Menurut dia, upaya pelestarian Sungai Code harus dilakukan bersama-sama demi menjaga lingkungan dan kualitas air.
"Nanti batu-batu besar kita pinggirkan, kandang ayam yang ada kita bersihkan, kemudian kita sosialisasi ke warga agar warga sadar untuk tidak membuang sampah ke sungai," katanya.
Dia mengatakan, langkah tersebut karena melihat potensi Sungai Code sebagai destinasi wisata minat khusus di Yogyakarta. Konsep susur sungai dan arung jeram perkotaan dapat dikembangkan untuk rekreasi dan olahraga, serta sarana edukasi lingkungan.
"Ke depan kita punya susur sungai dan arum jeram di Kota Yogjakarta di Sungai Code. Malah ini tidak hanya dalam rangka rekreasi dan olahraga, tetapi juga bagaimana membersihkan lingkungan, menjaga air yang bersih," katanya.
Wali Kota mengatakan, pengalaman menyusuri aliran Sungai Code menggunakan perahu arung jeram bersama komunitas Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) dan jajaran pemkot itu memberikan banyak informasi yang sebelumnya belum diketahui secara langsung.
Diantaranya persoalan yang masih perlu dibenahi di bantaran Sungai Code, mulai dari keberadaan sampah, kandang ayam, bangunan di badan sungai hingga pendangkalan di beberapa titik aliran sungai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!