Kurangi Sampah Plastik dengan Beli Produk Isi Ulang
📅 Selasa, 18 Jun 2024, 09:06 WIB | Oleh: Haryo Brono"Terbukti, konsumen yang sudah mencoba menggunakan sistem refill akan terus menjalankan kebiasaan ini tanpa terbebani," kata Renata.
Edukasi ini terus digencarkan pada konsumen maupun Refill Enterprise, seperti melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dalam program "Gerakan Guna Ulang Jakarta" yang dicetuskan Enviu dan Dietplastik (dimana Alner adalah anggota) untuk memperkenalkan refill ke Bank Sampah.
Ketua Sub Kelompok Kemitraan, Data dan Informasi, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Sri Mulyati, S.T, M.Sc., berkomentar, sesuai fungsinya, Bank Sampah adalah fasilitas untuk mengelola sampah dengan prinsip 3R. fasilitas ini juga menjadi sarana edukasi perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, dan pelaksanaan ekonomi sirkular yang dibentuk dan dikelola masyarakat.
"Maka, kami percaya Bank Sampah punya peluang besar untuk menjadi wadah pensosialisasian refill sekaligus dimanfaatkan sebagai outlet refill. Kami mendorong pengaplikasian project ini di lebih banyak Bank Sampah di Jakarta," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Renata mengatakan, setelah satu tahun berjalan Project Transform-Alner telah mampu berkontribusi pada penguraian masalah sampah plastik dan peningkatan perekonomian masyarakat. Hal ini terlihat dari beberapa indikator.
Pertama dari sisi jumlah Refill Enterprise hingga kini penjualan refill sudah tersedia pada 675 titik di area Jabodetabek, dan jumlahnya terus bertambah. Kedua refill telah memberi manfaat ekonomi dan lingkungan yang dirasakan para Refill Enterprise.
"Dengan menjual refill, kenaikan pendapatan mereka mencapai rata-rata 500.000 hingga 1.000.000 rupiah per bulan atau meningkat 10 -25 persen dari pendapatan bulanan sebelumnya. Selain itu, 46,2 persen dari mereka menjadi lebih memahami sistem refill, dan merasa bahwa dampak sampah mereka terhadap lingkungan lebih berkurang," ungkap Renata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Minat masyarakat terhadap solusi refill sudah ada 77.624 liter produk yang terjual melalui sistem refill, menandakan bahwa solusi ini mulai diterima dengan baik dan berpotensi untuk terus ditingkatkan. Pengurangan kemasan plastik sekali pakai dengan distribusi refill ini, kurang lebih 4.412 kilogram kemasan plastik baru telah berhasil dikurangi.
Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari kontribusi para Refill Enterprise yang telah membantu mengedukasi, mensosialisasikan dan mendorong gaya hidup refill di tengah konsumen. Untuk itu, hari ini Alner dan Unilever memberi apresiasi pada tiga mitra dengan kinerja terbaik, yaitu: Bank Sampah Anggrek Ciliwung, Bank Sampah Matoa SMKN 57, dan Bank Sampah Melati Tebet.
Keberhasilan Project Transform-Alner menjadi pijakan kuat untuk memberi dampak yang lebih luas. Untuk satu tahun ke depan, ditargetkan penambahan titik hingga mencapai total 1.500 titik (termasuk yang sudah ada), disertai peningkatan volume produk guna mengurangi sampah plastik secara lebih signifikan.
"Project ini juga akan terus bekerja sama dengan pihak UMKM/Bank Sampah untuk membantu mengedukasi dan mengakuisisi mitra baru, sambil tetap mempertahankan para Refill Enterprise yang sudah aktif agar terus menekuni bisnisnya dengan konsisten," Renata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!