Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat, Korsel Temukan Kosmetik dari E-commerce China Mengandung Zat Berbahaya

📅 Sabtu, 15 Jun 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat, Korsel Temukan Kosmetik dari E-commerce China Mengandung Zat Berbahaya Doc: ANTARA/freepik.com
Ket. Ilustrasi - Penggunaan skincare.

Seoul - Badan Konsumen Korea Selatan (KCA) menemukan beberapa kosmetik dan mainan air anak-anak yang dijual di dua platform e-commerce asal China dan satu asal Singapura yang mengandung zat berbahaya jauh melebihi tingkat keamanan yang diizinkan.

Temuan yang disampaikan melalui sebuah pernyataan, Jumat, itu berdasarkan pemeriksaan terhadap 88 produk yang di jual oleh e-commerce China yakni Temu dari PDD Holdings dan AliExpress dari Alibaba Group, serta Qoo10 yang berbasis di Singapura.

Dari 88 produk yang diperiksa, sebanyak 27 produk atau 31 persengagal memenuhi persyaratan standar keselamatan negeri ginseng tersebut.

Tujuh dari 40 produk kosmetik mengandung zat berbahaya, seperti tar, timbal, dan krom penyebab kanker. Sedangkan 11 dari 28 mainan air untuk anak-anak mengandung zat beracun seperti bahan pemlastis ftalat, logam berat, dan bahan pengawet.

Secara lebih rinci, bahan pemlastis ftalat 295 kali lebih tinggi dari kadar yang diizinkan dan kadmium 3,2 kali lebih tinggi dari kadar standar ditemukan pada cincin karet yang dijual oleh Temu.

Pemlastis berbahan dasar ftalat berisiko menyebabkan kemandulan serta mengiritasi mata dan kulit.

Sementara, timbal 65 kali lebih tinggi dari kadar yang diizinkan ditemukan pada palet eye shadow 40 warna yang dijual oleh AliExpress.

Tak hanya itu, sembilan dari 10 helm sepeda otomatis yang dijual oleh AliExpress dan Qoo10 tidak memenuhi standar penyerapan guncangan di negara tersebut.

Menanggapi temuan tersebut, AliExpress dan Temu telah berhenti menjual produk yang mengandung zat beracun berdasarkan perjanjian sukarela dengan Fair Trade Commission (FTC).

Qoo10 juga menghentikan penjualan produk berbahaya atas rekomendasi KCA.

Bulan lalu, FTC menandatangani perjanjian dengan AliExpress dan Temu untuk mencegah mereka menjual produk berbahaya dan melindungi pelanggan dengan lebih baik.

Berdasarkan perjanjian sukarela, kedua perusahaan e-commerce akan melakukan pemeriksaan keamanan pada produk mereka berdasarkan data dan hasil pemantauan yang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan dan entitas lainnya, serta menghentikan distribusi dan penjualan barang berbahaya.

Jumlah pengguna AliExpress di Korea Selatan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 8,87 juta pada bulan April dari 3,36 juta pada tahun 2022.

Begitu juga dengan pengguna Temu di Korea Selatan juga melonjak menjadi 8,29 juta, menurut data pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.