Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO Mengonfirmasi Kasus Flu Burung pada Manusia di India

📅 Kamis, 13 Jun 2024, 00:11 WIB | Oleh:
WHO Mengonfirmasi Kasus Flu Burung pada Manusia di India Doc: AFP/SAM PANTHAKY
Ket. Dua petugas mengenakan alat pelindung diri pencegahan penyebaran flu burung saat memeriksa seekor burung di Ahmedabad, beberapa waktu lalu.

NEW DELHI - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pada hari Selasa (11/6) mengatakan India telah menemukan kasus flu burung pada manusia pertama dalam lima tahun terakhir. "Infeksi virus flu burung H9N2 yang langka terdeteksi pada seorang anak di negara bagian Benggala Barat," kata badan kesehatan global itu.

Dikutip dari Independent, ini adalah kasus kedua di mana manusia tertular flu burung yang diberitahukan India kepada WHO, yang pertama pada tahun 2019.

Anak di Benggala Barat itu dirawat di unit perawatan intensif anak di rumah sakit setempat karena masalah pernapasan parah yang terus-menerus, demam tinggi, dan kram perut pada bulan Februari, dan dipulangkan tiga bulan kemudian. "Anak itu telah pulih dan keluar dari rumah sakit," kata WHO.

Tidak ada orang yang diketahui melaporkan gejala penyakit pernapasan di keluarga, lingkungan sekitar, atau di antara petugas kesehatan di fasilitas kesehatan yang menangani kasus tersebut pada saat pelaporan.

Kasus Sporadis

Namun, badan PBB tersebut memperingatkan kasus sporadis pada manusia dapat terjadi lebih lanjut karena virus ini adalah salah satu virus flu burung yang paling umum beredar pada unggas di berbagai wilayah. Anak berusia empat tahun tersebut dilaporkan terpapar unggas di rumah dan di sekitarnya.

Flu burung ditularkan ke manusia terutama melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau melalui kontak tidak langsung dengan lingkungan yang terkontaminasi, kata badan kesehatan tersebut.

"Bergantung pada inang aslinya, virus influenza A dapat diklasifikasikan menjadi virus flu burung, flu babi, atau jenis virus influenza hewan lainnya," kata WHO.

Menurut WHO, virus flu burung pada manusia umumnya menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan, namun juga dapat menyebabkan penyakit parah dan bahkan kematian.

Konjungtivitis, gejala gastrointestinal, ensefalitis, dan ensefalopati juga telah dilaporkan. Badan PBB itu baru-baru ini mengonfirmasi seorang pria Meksiko meninggal setelah tertular jenis flu burung yang disebut H5N2 yang belum pernah ditemukan pada manusia sebelumnya.

"Masyarakat harus menghindari kontak tanpa pelindung dengan unggas hidup, lingkungan berisiko tinggi seperti pasar hewan hidup atau peternakan, dan permukaan yang mungkin terkontaminasi oleh kotoran unggas," saran WHO.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.