Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Kesulitan Air Bersih, Cilacap Dilanda Kekeringan

📅 Senin, 10 Jun 2024, 00:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Kesulitan Air Bersih, Cilacap Dilanda Kekeringan Doc: ANTARA/HO-BNPB
Ket. Warga di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menerima bantuan air bersih dari pemerintah daerah setempat, Minggu (8/6/2024). Bantuan air tersebut diharapkan dapat mengatasi dampak kekeringan yang sedang dialami warga Cilacap, Jawa Tengah.

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mulai dilanda kekeringan hingga membuat warga setempat kesulitan air bersih, dan diterpa terik matahari.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Minggu malam, mengatakan, selama beberapa hari terakhir tidak ada hujan yang mengguyur Cilacap hingga mengeringkan sumur atau penampungan air milik warga.

Kondisi kekeringan di Cilacap makin diperparah oleh rata-rata suhu harian yang relatif meningkat berkisar 26-34 derajat celcius tanpa ditutupi awan. Ia menilai
fenomena tersebut sebagai petanda memasuki awal musim kemarau.

"Puncak kekeringan dirasakan warga terjadi pada Sabtu (8/6), dan tim pun diterjunkan melakukan pendataan dan memonitor kebutuhan wilayah terdampak," kata dia.

Pusdalops BNPB mencatat per hari ini ada sebanyak 158 keluarga atau 627 jiwa warga yang benar-benar terdampak kekeringan dan membutuhkan air bersih
setidaknya untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka adalah warga Desa Ujungmanik di Kecamatan Kawunganten dan Desa Rawajaya di Kecamatan Bantarsari.

Berdasarkan laporan Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap hingga Minggu siang telah didistribusikan 10.000 liter air bersih sebagai upaya penanganan darurat bagi warga kedua desa itu.

Disisi lain, ia menyebutkan, BNPB mengapresiasi upaya cepat Pemerintah Kabupaten Cilacap dengan menetapkan status siaga darurat kekeringan yang berlaku enam bulan ke depan atau hingga 22 November 2025.

Menurut dia, status siaga darurat yang diterbitkan oleh Bupati Cilacap tersebut langkah kesiapsiagaan tepat karena akan memudahkan segenap upaya
darurat bencana, dalam merespon dampak kekeringan memasuki musim kemarau ini yang berdasarkan prakiraan BMKG akan berlangsung Juni- September 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.