Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Vietnam Tangkap Jurnalis Terkemuka Gara-gara Postingan di Facebook

📅 Minggu, 09 Jun 2024, 08:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Vietnam Tangkap Jurnalis Terkemuka Gara-gara Postingan di Facebook Doc: AFP/STR
Ket. Truong Huy San, juga dikenal sebagai Huy Duc, berfoto saat berkunjung ke Hanoi pada 10 April 2021.

BANGKOK - Pihak berwenang di Vietnam telah menangkap seorang jurnalis independen terkemuka karena "menyalahgunakan kebebasan demokratis" untuk melemahkan negara dengan memposting artikel di Facebook, polisi mengumumkan pada Sabtu (8/6).

Huy Duc ditahan untuk penyelidikan atas postingan yang "melanggar kepentingan Negara, hak sah dan kepentingan organisasi dan individu", kata Kementerian Keamanan Publik Vietnam.

Mantan letnan senior berusia 62 tahun ini bekerja untuk beberapa surat kabar berpengaruh di Vietnam sebelum dipecat pada tahun 2009 karena mengkritik mantan sekutu komunis negara tersebut, Uni Soviet.

Sesaat sebelum penangkapannya, Duc menyerang presiden baru Vietnam, To Lam, serta Nguyen Phu Trong, sekretaris jenderal partai komunis dan orang paling berkuasa dalam sistem politik negara tersebut.

Pengacara Tran Dinh Trien ditahan bersama Duc atas tuduhan yang sama.

Vietnam yang merupakan satu partai komunis menerapkan pembatasan ketat terhadap kebebasan berekspresi, dan Reporters Without Borders (RSF) menempatkan negara ini pada peringkat 174 dari 180 negara dalam hal kebebasan pers, dan menggambarkan negara ini sebagai salah satu negara yang paling buruk dalam memenjarakan jurnalis.

Blog Duc, salah satu blog paling populer di Vietnam, sangat kritis terhadap tanggapan pemerintah terhadap berbagai isu termasuk kontrol media, hubungan dengan Tiongkok, dan korupsi.

Duc, yang bernama asli Truong Huy San, menghabiskan waktu satu tahun di Universitas Harvard dengan Nieman Fellowship pada tahun 2012. Selama berada di luar negeri, kisah hidupnya di Vietnam setelah berakhirnya perang dengan Amerika Serikat, "The Winning Side" , diterbitkan.

RSF menyerukan pembebasannya.

"Artikel jurnalis independen Huy Duc adalah sumber informasi berharga yang memungkinkan masyarakat Vietnam mengakses informasi yang disensor oleh rezim Hanoi," kata Direktur Biro RSF Asia-Pasifik Cedric Alviani dalam sebuah pernyataan.

Para pegiat hak asasi manusia mengatakan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan tindakan keras terhadap masyarakat sipil, sementara ribuan orang, termasuk beberapa pemimpin senior pemerintah dan dunia usaha, terjebak dalam kampanye anti-korupsi besar-besaran.

"Tidak ada negara yang bisa membangun secara berkelanjutan berdasarkan rasa takut," tulis Duc di Facebook pada bulan Mei.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

27 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.