Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hong Kong Berencana Larang Semua Rokok Elektrik

📅 Kamis, 06 Jun 2024, 15:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hong Kong Berencana Larang Semua Rokok Elektrik Doc: CNA/AFP/Anthony Wallace
Ket. Seorang pria menggunakan rokok elektrik di Hong Kong pada 23 Maret 2021.

HONG KONG - Hong Kong pada Kamis (6/6) mengumumkan rencana pelarangan menyeluruh terhadap rokok elektronik, dengan alasan adanya "konsensus" mengenai perlunya tindakan dan dampaknya terhadap kesehatan generasi muda.

Langkah ini dilakukan dua tahun setelah kota di Tiongkok tersebut melarang impor, produksi, dan penjualan rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan.

"Kami akan sepenuhnya melarang semua produk rokok alternatif," kata Menteri Kesehatan Lo Chung-mau pada konferensi pers, menggunakan istilah pemerintah untuk produk seperti rokok elektrik.

Hong Kong telah melarang kepemilikan rokok elektrik "untuk tujuan komersial", dan usulan pada hari Kamis itu akan memperluas larangan kepada pembeli eceran, bahkan jika merokok di tempat pribadi.

Berdasarkan undang-undang yang ada, siapa pun di Hong Kong yang mengimpor rokok elektronik bisa dihukum hingga tujuh tahun penjara dan denda sebesar 2 juta dollar Hong Kong atau 256.000 dollar AS, sementara penjual dan produsen bisa dipenjara hingga enam bulan.

"Larangan menyeluruh terhadap produk rokok alternatif telah menjadi konsensus di masyarakat… Sudah waktunya untuk melarang segala bentuk kepemilikan produk rokok alternatif, termasuk untuk penggunaan pribadi," kata Wakil Menteri Kesehatan Eddie Lee.

Pejabat kota juga mengumumkan pembatasan merokok lainnya pada hari Kamis, termasuk larangan merokok saat mengantre di area publik luar ruangan dan berbagi rokok dengan anak di bawah umur.

Pemerintah juga mengusulkan pelarangan tembakau beraroma, yang menurut para pejabat berdasarkan hasil survei sangat menarik bagi perempuan dan generasi muda.

Lo berharap larangan rokok elektrik dan usulan lainnya akan diajukan ke legislatif tahun ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan tahun lalu bahwa 34 negara telah melarang penjualan rokok elektrik, sementara 87 negara memiliki peraturan penuh atau sebagian.

Pihak berwenang Hong Kong berharap dapat mengurangi tingkat prevalensi merokok menjadi 7,8 persen pada tahun depan, turun dari 9,1 persen pada tahun 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.