Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Unsada Bentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

📅 Minggu, 02 Jun 2024, 15:56 WIB | Oleh:
Unsada Bentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Doc: istimewa
Ket. Rektor Universitas Darma Persada (Unsada) usai nonton bareng film Menghadap Tuhan, di Jakarta, Minggu (2/6).

JAKARTA - Universitas Darma Persada (Unsada) membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Hal tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan saling menghormati di kampus.

"Sudah menjadi tanggung jawab kami dan merupakan hal yang penting untuk menciptakan "Our Campus Our Safe Zone" ujar Rektor Unsada, Agus Salim Dasuki, usai nonton bareng film Menghadap Tuhan, di Jakarta, Minggu (2/6).

Dia menjelaskan, pihaknya berkomitmen memupuk pemahaman lintas budaya bagi mahasiswa. Untuk itu, perlu ruang nyaman bagi mahasiswa baik dalam pembelajaran maupun di lingkungan kampus.

"Dengan diresmikannya tim Satgas PPKS Unsada, maka setiap mahasiswa bisa mempunyai tempat mengadu apabila ada hal-hal yang tidak berkenan yang terjadi dalam proses belajar maupun dalam lingkungan kampus," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Unsada berkolaborasi dengan sutradara Rudi Sudjarwo dan rumah produksi EXCorp menggelar acara Talk Show dan Meet & Greet artis-artis film Saat Menghadap Tuhan. Film tersebut berkisah soal perundungan pada remaja, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual, trauma masa kecil, hingga self-love.

Rudi Sudjarwo yang memiliki 4 anak merasakan ketakutan dan kekhawatiran terkait pola asuh yang telah dilakukan untuk mencegah anak-anak menjadi korban maupun pelaku perundungan. Pada kasus yang telah ada, tidak ada pihak baik itu orang tua maupun sekolah yang mau disalahkan hingga pada akhirnya anak-anak kita yang menjadi korban.

"Orang tua bertanggung jawab terhadap karakter yang dibentuk pada anak-anak dan ini nantinya akan dipertanggung jawabakan saat menghadap Tuhan," katanya.

Rudi menekankan, pentingnya melakukan tindakan nyata untuk mencegah perundungan dan kekerasan seksual karena saat hal itu terjadi. Dia berharap film Menghadap Tuhan menjadi alat penyembuh luka dan tempat berbagi luka bagi semua.

"Saat Menghadap Tuhan belum sepenuhnya menggambarkan secara sempurna keresahan yang dirasakan, namun setidaknya dapat memberikan gambaran terkait kekerasan seksual, verbal, fisik yang terjadi dilingkungan sekitar kita," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Akan Lebih Sehat Bila...

ASN Yang Segera Memasuki Masa Pensiun Perlu Persiapan

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.