Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Siap Kirimkan Bantuan untuk Korban Longsor Papua Nugini

📅 Kamis, 30 Mei 2024, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Siap Kirimkan Bantuan untuk Korban Longsor Papua Nugini Doc: ANTARA/Nabil Ihsan
Ket. Juru Bicara Kemlu RI Lalu Muhamad Iqbal (kiri) menyampaikan pernyataannya dalam taklimat media di Jakarta, Rabu (29/5/2024).

Jakarta - Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa Indonesia siap mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga Papua Nugini yang terdampak bencana longsor besar di bagian utara negara tersebut.

"Indonesia memang berencana mengirimkan bantuan untuk Papua Nugini, karena bagaimanapun negara tersebut adalah tetangga dekat Indonesia," ucap Juru Bicara Kemlu RI Lalu Muhamad Iqbal dalam taklimat media di Jakarta, Rabu.

Meski demikian, Iqbal mengatakan bahwa pemerintah belum menetapkan bentuk bantuan apa saja yang akan dikirim untuk korban longsor di Provinsi Enga yang terletak 600 kilometer dari ibu kota Port Moresby tersebut.

Selain itu, proses pengiriman bantuan RI untuk Papua Nugini juga masih dimatangkan oleh kementerian dan instansi pemerintahan terkait, ucap Iqbal.

Sementara itu, Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan bahwa KBRI di Port Moresby segera berkoordinasi dengan otoritas setempat dan menghubungi komunitas WNI di Papua Nugini begitu mengetahui terjadinya peristiwa tersebut.

Ia memastikan bahwa dari 1.317 WNI yang tercatat berada di Papua Nugini, tidak ada warga Indonesia yang menetap di provinsi tempat terjadinya bencana longsor besar itu. WNI yang tercatat sempat tinggal di daerah itu pun sudah tidak lagi berada di sana.

"Hingga saat ini, tidak ada informasi adanya korban WNI dalam bencana longsor tersebut," kata Judha.

Otoritas Papua Nugini sebelumnya melaporkan bahwa 2.000 orang dikhawatirkan menjadi korban dalam bencana longsor besar yang terjadi pada Jumat (24/5) awal pagi.

Sementara itu, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperkirakan jumlah korban tewas akibat tanah longsor di Papua Nugini setidaknya mencapai 670 jiwa.

Kepala Misi IOM di Papua Nugini Serhan Aktoprak mengatakan bahwa revisi jumlah korban tewas didasarkan pada penghitungan oleh pejabat Desa Yambali dan Provinsi Enga bahwa lebih dari 150 rumah warga terkubur longsoran tanah, sedangkan perkiraan awalnya terdapat 60 rumah terdampak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.