Korea Utara: Peluncuran Satelit Mata-mata Gagal Karena Meledak di Udara
📅 Selasa, 28 Mei 2024, 10:22 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP/JUNG YEON-JE
SEOUL/WASHINGTON - Korea Utara pada Selasa (28/5) mengatakan upaya peluncuran roket terbarunya yang membawa satelit pengintai militer berakhir dengan kegagalan karena roket meledak di udara selama penerbangan tahap pertama minggu ini.
Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikutip Yonhap, Wakil Direktur Jenderal Administrasi Teknologi Dirgantara Nasional (NATA) Korea Utara mengatakan roket yang membawa satelit, Malligyong-1-1, meledak setelah lepas landas dari Tempat Peluncuran Satelit Sohae di pantai barat laut negara itu pada hari Senin (27/5).
Peluncuran dilakukan beberapa jam setelah Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang mengadakan pertemuan puncak trilateral di Seoul dan menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendorong perdamaian di Semenanjung Korea.
Hal ini bertentangan dengan peringatan dan kritik internasional bahwa setiap peluncuran yang menggunakan teknologi rudal balistik, termasuk kendaraan peluncuran luar angkasa, bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB).
"Peluncuran gagal karena ledakan udara dari roket pembawa satelit tipe baru selama penerbangan tahap pertama," lapor KCNA, mengutip pejabat NATA.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemeriksaan pendahuluan oleh para ahli dari komite persiapan peluncuran Korea Utara menyimpulkan bahwa "kecelakaan" itu disebabkan oleh keandalan operasional mesin "oksigen cair plus minyak bumi" yang baru, kata pejabat itu.
Penyebab kegagalan lainnya juga akan diperiksa, menurut KCNA.
Tak lama setelah peluncuran, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan roket Korea Utara berakhir dalam bentuk "puing-puing" yang merupakan indikasi bahwa peluncuran satelit tidak berjalan dengan baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
JCS mendeteksi roket diluncurkan ke arah selatan di atas Laut Kuning dari daerah Tongchang-ri di barat laut negara itu sekitar pukul 22.44 pada hari Senin.
Pyongyang sebelumnya telah memberi tahu Jepang tentang rencana peluncuran satelit sebelum tanggal 4 Juni dan menetapkan tiga wilayah, di mana puing-puing roket akan jatuh, sebagai tindakan pencegahan demi keselamatan.
Rezim Kim Jong Un berencana meluncurkan tiga satelit ke orbit tahun ini. Pada November lalu, mereka mengatakan berhasil menempatkan satelit mata-mata militer pertamanya ke orbit.
Segera setelah peluncuran tersebut, Kantor Keamanan Nasional Kepresidenan Korsel memberi pengarahan kepada Presiden Yoon mengenai hal tersebut, menurut kantornya. Penasihat Keamanan Nasional Chang Ho-jin memimpin pertemuan pejabat senior keamanan presiden.
Para peserta pertemuan mengecam peluncuran tersebut sebagai pelanggaran terhadap resolusi DK PBB dan tindakan provokatif yang mengancam perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea, di Asia Timur Laut dan komunitas internasional, menurut kantor tersebut.
Komando Indo-Pasifik AS mengkritik peluncuran roket Korea Utara, dengan mengatakan pihaknya menilai situasi melalui koordinasi yang erat dengan sekutu dan mitra.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!