Lika-liku Perjalanan Hidup Andra Soni, Seorang Anak Petani Hingga Jadi Ketua DPRD Banten
📅 Senin, 27 Mei 2024, 15:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Koran Jakarta
Ketua DPRD Provinsi Banten, Andra Soni membagikan lika-liku perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga petani hingga terjun ke dunia politik. Saat ini, Andra Soni menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Banten periode 2019-2024.
Andra Soni menceritakan bahwa dirinya merupakan seorang anak dari keluarga petani yang kurang beruntung secara ekonomi. Pria kelahiran tahun 1976 itu mengatakan, berasal dari sebuah desa kecil di Indonesia, yang mana masyarakat di desa asalnya bekerja sebagai petani
"Jadi orang tua saya, ibu dan bapak saya, kami tinggal di desa kecil atau dusun kecil di suatu daerah dan orang tua saya bertani atau petani, karena memang di kampung kami petani," kata Andra Soni kepada Koran Jakarta, Selasa (21/5).
"Hidupnya petani pada masa itu serba kekurangan dan perekonomian Indonesia belum kayak sekarang," tambahnya.
Andra Soni menjelaskan, kondisi perekonomian itu membuat sebagian masyarakat desa memilih untuk merantau, termasuk dirinya yang ikut bersama orang tuanya. Ia mengatakan, dirinya yang kala itu masih berusia lima tahun ikut pergi bersama orang tuanya merantau ke Malaysia menjadi buruh kelapa sawit yang berangkat secara ilegal.
Sebaiknya Anda baca juga:

Perjalanan ke Negeri Jiran pun menjadi sebuah perjalanan yang dikenang sepanjang hidup pria berkulit sawo matang itu. Meski berstatus ilegal di Malaysia, Andra Soni tetap diberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan oleh pemerintah setempat.
"Saya sempat sekolah di sana sebagai anak dari pekerja tanpa dokumen, kalau dulu kasar sekali disebutnya 'pendatang haram'. Jadi kecil saya sering berkelahi sama teman-teman seusia saya karena sering dibully sebagai 'pendatang haram'. Saya sekolah sampai kelas 5 SD, di hari libur biasanya saya bantu orang tua saya untuk memungut biji kelapa sawit," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah selesai di bangku SD, Andra Soni tak bisa melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbentur kelengkapan dokumen. Karena itu, Andra Soni terpaksa harus pulang ke Indonesia ikut bersama sang kakak di Ciledug, Tangerang.
Perubahan drastis terjadi saat memasuki bangku kelas dua SMP, Andra Soni diangkat sebagai anak oleh orang tua angkatnya yakni Raden Muhidin Wiranata Kusuma. Sebagai anak angkat, Andra Soni dididik dan diperlakukan dengan sangat baik, termasuk memenuhi kebutuhan pendidikannya hingga lulus SMA.
Singkat cerita, Andra Soni pun terpaksa tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi lantaran biaya. Ia pun bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta, yang mana gaji yang diterima itu dikumpulkan untuk mendaftar kuliah di STIE Bakti Pembangunan program Diploma III.
Perjalanan di masa kuliah Andra Soni pun tidak mulus, proyek yang tengah digarap perusahaan tempat dirinya bekerja harus terhenti akibat krisis moneter. Alhasil, terpaksa ia harus cuti dari kuliah di semester tiga.
Setelah itu, Andra Soni pindah bekerja di perusahaan lain sebagai kurir surat atau tukang antar surat. Di tengah kesibukannya sebagai kurir surat, Andra Soni kembali melanjutkan kuliahnya meskipun beberapa kali terpaksa cuti kembali.
"Saya kerja sambil kuliah dan beberapa kali saya harus cuti, sehingga Diploma III saya selesai baru tahun 2001, saya kuliah 1996," imbuhnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!