Merengkuh Dunia dengan Membaca
📅 Jumat, 17 Mei 2024, 17:45 WIB | Oleh: OpikDalam ikhtiar memperbaiki tingkat literasi, Perpusnas mengampanyekan GIM yang didukung oleh berbagai institusi dan lembaga Pemerintah lainnya hingga organisasi nirlaba dalam beragam program dan tema.
Salah satu tolok ukur kemajuan peradaban suatu bangsa adalah banyaknya perpustakaan. Indonesia, menurut data Perpusnas, hingga September 2023 memiliki 178.723 perpustakaan yang tersebar di seluruh provinsi. Bahkan di berbagai daerah, wujud perpustakaan hadir dalam beragam inovasi dan modifikasi. Banyak perpustakaan keliling menggunakan mobil, ada pula yang menggunakan perahu karena beroperasi di wilayah perairan.
Indonesia diakui sebagai negara dengan jumlah perpustakaan terbanyak kedua di dunia setelah India. Semestinya bangsa ini telah mencapai peradaban maju, namun melimpahnya buku dan fasilitas membaca belum juga bersambut hangat oleh minat baca masyarakat.
Warga dunia
Sebaiknya Anda baca juga:
Menjadilah warga dunia karena isi kepala yang mumpuni, bukan sebab viral oleh hal-hal remeh apalagi rusuh atau keonaran. Membaca buku dapat menutrisi otak dengan beragam pengetahuan sehingga seseorang lebih berwawasan dan memiliki pikiran terbuka serta kaya perspektif. Kualifikasi seperti itu mampu mendongkrak kepercayaan diri seseorang untuk terlibat dalam pergaulan global. Bila Anda kaya wawasan, maka akan mudah "masuk" dan aktif dalam berbagai diskusi pada forum apa pun. Dengan begitu eksistensi Anda bakal diperhitungkan oleh banyak kalangan.
Keuntungan lain dari membaca buku adalah meningkatkan keterampilan, termasuk keterampilan komunikasi dan menulis. Sebab, dengan membaca buku seseorang memperoleh penambahan kosakata dan kemampuan untuk berpikir kritis sehingga lebih mudah mengungkapkan gagasan. Ketika Anda memiliki kekayaan kosakata, kegiatan menulis pun menjadi mengalir dengan ketersediaan diksi yang melimpah di kepala.
Kabar baik berikutnya datang dari aspek kesehatan bahwa kegemaran membaca buku dapat meningkatkan fungsi otak, menstimulasi mental, dan mengurangi stres.
Sebaiknya Anda baca juga:
Merangkum dari sejumlah penelitian para ahli, membaca buku dapat mengaktifkan sebuah jejaring sirkuit kompleks dalam otak, melatih seseorang dalam berpikir kritis dan analitis. Aktivitas membaca secara rutin dapat merangsang kerja otak menjadi lebih baik, aktif, dan mencegah penurunan daya ingat. Membaca menurunkan produksi proteinbetaamyloidotak yang meningkatkan risiko alzheimer.
Ketika seseorang membaca, neurobiologis memproses gambar maupun ucapan yang muncul, bagian otak yang mengatur penglihatan dan bahasa bekerja sama untuk menghasilkan sesuatu yang kita mengerti dan lebih mudah untuk diingat.
Lantas apa hubungannya membaca dengan stimulasi mental? Otak, layaknya otot, memerlukan latihan rutin agar tetap kuat dan sehat. Membaca bisa menjaga otak agar tetap aktif sehingga dapat melakukan fungsinya secara baik dan benar.
Sementara kaitan membaca dengan penurunan stres, dibuktikan dalam penelitian bertajuk "Journal of College Teaching dan Learning".Dalam jurnal itu disebutkan bahwa membaca buku setidaknya 30 menit sehari dapat membantu menurunkan tekanan darah, frekuensi detak jantung, dan perasaan stres. Manfaat tersebut sama efektifnya dengan olahraga meditatif atau menyaksikan tayangan humor. Membaca bisa pula membuat pikiran menjadi lebih santai sehingga kondisi itu turut membantu menurunkan tingkat stres hingga 67 persen.
Masih ingin memperoleh keajaiban lain? Membaca buku sebelum berangkat ke peraduan akan membuat tidur menjadi lebih nyenyak. Cara ini pun turut disarankan oleh sejumlah dokter. Namun, jenis buku yang disarankan adalah buku fisik, bukan buku digital. Sebab cahaya ponsel atau komputer jinjing justru menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan, terutama mata.
Minat baca masyarakat Indonesia menurut data UNESCO beberapa tahun silam, hanya 0,001 persen. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Jika hingga hari ini Anda masih berada dalam golongan 999 orang itu, cobalah sejumlah tips ini agar sembuh dari kemalasan membaca.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!