Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pangan Global Semakin Mengkhawatirkan

📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pangan Global Semakin Mengkhawatirkan Doc: ANTARA/IGGOY EL FITRA
Ket. TINGKATKAN PRODUKSI PANGAN I Petani menanam padi di areal sawah dekat permukiman, di Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, belum lama ini. Badan Pangan Nasional (Bapanas) diminta fokus membuktikan diri untuk bisa meningkatkan produksi pangan Indonesia sehingga dapat mengurangi kuota impor pangan.

» Kemampuan Bulog menyerap produksi petani dengan harga setara dengan swasta sangat kurang.

» Salah satu penyebab harga pangan di Indonesia selalu naik turun karena tidak memiliki alat untuk memperpanjang masa simpan (shelf life).

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan bahwa tantangan pangan global saat ini cukup mengkhawatirkan. Kekhawatiran itu beralasan karena jumlah penduduk dunia terus bertambah, sementara lahan pertanian semakin sempit sehingga harga pangan semakin mahal. Kondisi tersebut ditambah dengan faktor geopolitik tidak bisa diprediksi.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (10/5), mengatakan salah satu solusi yang harus dilakukan pemerintah guna mengantisipasi kekhawatiran itu adalah dengan meningkatkan produksi pangan dalam negeri.

"Masalahnya, setelah produksi dalam negeri naik, sudah banyak, saking banyaknya malah harganya jatuh. Jadinya petaninya enggan menanam lagi, peternak juga. Kita tidak ingin begitu. Jadi, tugas kita semua termasuk Badan Pangan Nasional bersama BUMN, mempersiapkan pada saat produksi meninggi berperan sebagai offtaker," jelas Arief.

Salah satunya dengan memperkuat distribusi logistik pangan di seluruh wilayah Indonesia melalui pengembangan sarana prasarana rantai dingin (cold chain) sehingga produk pertanian tetap aman dan kualitasnya tetap terjaga.

"Aspek perpanjangan shelf life atau kerap disebut masa simpan pangan merupakan faktor penting dalam menunjang distribusi logistik pangan yang menjangkau seluruh daerah. Terkait itu, kami menaruh atensi pada pengembangan sarana prasarana rantai dingin atau cold chain," kata Arief.

Di luar negeri, jelas Arief, sudah dimulai beberapa waktu lamanya. Kalau kita baru mulai, tidak mengapa. "Kita sudah memulai tapi cepat, karena Indonesia ini tidak seperti negara lain, kita ini negara kepulauan," kata Arief.

Salah satu penyebab harga pangan di Indonesia selalu naik turun karena tidak memiliki alat untuk memperpanjang masa simpan (shelf life). "Itu ada apel fuji dari Tiongkok bagian utara, walaupun di sana sedang winter, tapi masih bisa terus kirim. Itu karena mereka bisa mengatur tidak hanya suhunya saja, ada namanya control atmosfer storage," jelasnya.

Menurut Arief, ketahanan pangan yang benar adalah ketahanan pangan yang mendahulukan kemandirian pangan. Salah satu cara menjaganya adalah dengan memiliki alat untuk memperpanjang masa simpan (shelf life) dan disimpan tanpa mengurangi kualitas pangan.

Arief juga menyatakan kalau pihaknya tengah menyiapkan Peraturan Badan Pangan (Perbadan) untuk mengatur mengenai perubahan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium sampai 31 Mei 2024.

Sebelumnya, HET beras premium yang berlaku sejak 10 Maret-24 April 2024 naik seribu rupiah menjadi 14.900- 15.400 per kilogram (kg) dari sebelumnya 13.900-14.400 rupiah per kg.

Bereskan Produksinya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.