Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Stunting, Para Ibu Diajak Penuhi ASI kepada Bayinya hingga Usia Dua Tahun

📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 00:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Stunting, Para Ibu Diajak Penuhi ASI kepada Bayinya hingga Usia Dua Tahun Doc: ANTARA/HO/Pemkot Makassar
Ket. Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Indira Yusuf Ismail saat menyosialisasikan Perda tentang pemberian air susu ibu di Makassar, Jumat (10/5/2024).

Makassar - Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail mengajak seluruh perempuan khususnya para ibu di Kota Makassar untuk memberikan air susu ibu (ASI) kepada anak bayinya hingga berusia dua tahun.

"Pemberian ASI yang cukup membantu anak balita terhindar dari stunting," ujarnya di Makassar, Jumat.

Indira mengatakan pemberian ASI yang cukup kepada anak balita juga diatur dalam Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2016 tentang pemberian air susu ibu eksklusif.

Dia menjelaskan isu stunting menjadi program prioritas nasional dan Kota Makassar. Selain itu, pemerintah juga memiliki program Jagai Anakta' (jaga anak) sebagai upaya edukasi pemenuhan hak-hak anak-anak di Kota Makassar.

"Salah satu upaya mengurangi angka kejadian stunting adalah memastikan perjalanan transformasi kehidupan sejak merencanakan kehamilan hingga menyusui," katanya.

Indira mengingatkan pentingnya bayi menerima ASI eksklusif (usia 0-6 bulan) dan melanjutkannya hingga dua tahun. Hal itu tentu memiliki manfaat yang luar biasa dan sudah menjadi anjuran dalam agama Islam.

Ia menceritakan berdasarkan pengalamannya, memberikan ASI kepada anak hingga dua tahun membuat bayi tumbuh lebih sehat dan imun lebih kuat.

Hal itu, kataIndira, didukung dari segi kedokteran bahwa nutrisi yang terkandung di dalam ASI mengandung antibodi yang dapat melindungi bayi.

"Kalau bisa menyusui, susui sampai dua tahun. Pastikan ASI-nya bagus. Dengan begitu anak kita tumbuh lebih sehat tumbuhnya sehat, imunnya lebih kuat," ucap dia.

Indira juga menghimbau agar sebaiknya tidak mencampur pemberian ASI dengan susu formula selama dua tahun pertama bayi. Menurutnya, nutrisi ASI yang diterima tentu berbeda dari susu formula.

Dia pun tidak lupa meminta seluruh peserta yang hadir untuk turut menyampaikan edukasi yang diterima ke masyarakat sekitarnya.

"Kita harus mengedukasi bagaimana memberikan ASI minimal dua tahun. Kita semua yang hadir di sini wajib mensosialisasikan Perda ini, dan wajib mensosialisasikan bahwa kita harus menyusui anak kita," ucap Indira.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.