Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Taiwan-Jepang Akrab, Tiongkok Kebakaran Jenggot

24 Jumat, 10 Mei 2024, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Taiwan-Jepang Akrab, Tiongkok Kebakaran Jenggot Taiwan-Jepang Akrab, Tiongkok Kebakaran Jenggot Doc: istimewa
Ket. Tiongkok

JAKARTA - Taiwan dan Jepang saling memulihkan hubungan. Sontak, hal ini membuat Tiongkok kebakaran jenggot. Tiongkok mengecam pemimpin terpilih baru Taiwan Lai Ching-te atas upaya pemulihan hubungan dengan Jepang di tengah perselisihan mengenai kedaulatan pulau tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian mengkritik pernyataan Lai baru-baru ini yang mengingatkan ucapan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bahwa "ancaman terhadap Taiwan adalah ancaman terhadap Jepang."

Lin menekankan bahwa penyamaan yang dikemukakan oleh beberapa orang di Jepang mengenai Taiwan adalah gagasan yang berbahaya dan salah perhitungan.

"Dengan mengulangi dan mengemukakan retorika ini, otoritas Partai Progresif Demokratik di Taiwan menunjukkan kepada dunia bahwa logika mendasar di balik pendekatan mereka terhadap Jepang adalah untuk menjual Taiwan dan mengupayakan kemerdekaan dengan dukungan kekuatan asing," kata Lin.

Dia juga menunjukkan bahwa klaim Taiwan atas kemerdekaan dan campur tangan asing adalah faktor utama yang merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

"Perlu ditegaskan kembali bahwa prinsip Satu-Tiongkok adalah konsensus universal. Tidak ada upaya separatis menuju kemerdekaan Taiwan, apa pun bentuk atau dalihnya, yang akan berhasil," ujarnya. Kritikan ini muncul menjelang pelantikan Lai pada 20 Mei mendatang.

Pemimpin baru Taiwan Lai pada Rabu mengatakan dirinya ingin meningkatkan hubungan dengan Jepang dan mempromosikan kemakmuran ekonomi bagi kedua pihak sambil menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah Indo-Pasifik.

Lai juga mengutip pernyataan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida yang menyatakan bahwa "keamanan Taiwan adalah masalah global."

Beijing memandang Partai Progresif Demokratik yang berkuasa di Taiwan sebagai "pro-kemerdekaan" dan pemimpin partainya Lai sebagai "separatis yang tidak menyesal."

Tiongkok menganggap Taiwan sebagai "provinsi yang memisahkan diri" sementara pulau yang mempunyai pemerintahan sendiri itu bersikeras mempertahankan kemerdekaannya sejak tahun 1949.

Beijing juga menentang perwakilan Taiwan di PBB dan organisasi internasional lainnya serta menuntut negara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Ekonomi
Sebanyak 60 UMKM Ramaikan F...
Nasional
Penyaluran Bantuan Air Bers...
Megapolitan
Lapak Baca Gratis Hadir unt...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.