Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NASA: El Nino 2026 Mirip Peristiwa 1997

24 Sabtu, 24 Okt 2026, 18:32 WIB | Oleh:
NASA: El Nino 2026 Mirip Peristiwa 1997  NASA: El Nino 2026 Mirip Peristiwa 1997  Doc: NASA/JPL

JAKARTA - El Nino 2026 diperkirakan berpotensi lebih kuat dibandingkan peristiwa serupa pada 1997–1998. Satelit NASA menunjukkan pola ketinggian permukaan laut di Samudra Pasifik pada Oktober 2026 menyerupai kondisi El Nino 1997.

Mengutip NASA, Sabtu (24/10), permukaan laut terpantau lebih rendah di Pasifik barat dan lebih tinggi di timur. Kemiripan ini mengindikasikan El Nino saat ini berpotensi memiliki karakteristik serupa dengan peristiwa pada 1997.

Diketahui, El Nino merupakan fenomena iklim alami yang terjadi setiap dua hingga tujuh tahun. Fenomena ini ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di sejumlah wilayah Samudra Pasifik khatulistiwa.

El Nino berkembang ketika angin pasat melemah, sehingga air hangat yang biasanya terkumpul di Pasifik barat bergerak ke timur. Pergerakan tersebut memperkuat perubahan sirkulasi atmosfer dan laut, yang kemudian memengaruhi pola cuaca di berbagai belahan dunia.

“Upaya untuk menemukan El Nino yang benar-benar tipikal sangat sulit dilakukan. Setiap peristiwa berbeda, baik dari segi wilayah yang terdampak maupun bagaimana dampaknya berkembang,” kata Ilmuwan proyek untuk misi pengamatan permukaan laut di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, Josh Willis.

Meski demikian, kemiripan pola permukaan laut pada 2026 dengan peristiwa 1997–1998 menimbulkan kemungkinan dampak cuaca yang serupa. Pada periode tersebut, El Nino antara lain memicu hujan lebat di California dan wilayah selatan Amerika Serikat.

Sementara itu, El Nino 2015–2016 menunjukkan pola berbeda. Dampak curah hujannya lebih terkonsentrasi di Amerika Tengah dan wilayah tenggara Amerika Serikat.

Meksiko juga mengalami banjir besar pada periode tersebut. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kekuatan El Nino bukan satu-satunya faktor penentu dampaknya.

Hal ini karena lokasi penumpukan air hangat dan respons atmosfer turut memengaruhi perubahan cuaca. Terdapat peluang sebesar 83 persen bahwa El Nino akan mencapai kategori kuat hingga sangat kuat pada tiga bulan pertama 2027.

Data ini diperoleh Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA), dalam prospek yang dirilis 8 Oktober 2026. Namun, dampak pasti fenomena tersebut terhadap cuaca selama musim dingin 2026–2027 dan periode selanjutnya masih belum dapat dipastikan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage

Wisata Kebun Stroberi Jadi Daya Tarik di Mamasa

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Wisata Kebun Stroberi Jadi ...
Luar Negeri
Kemlu: Dua WNI Turut Jadi K...

UNDP Desak Percepatan Investasi Hijau

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
UNDP Desak Percepatan Inves...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.