Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Kekeringan, BPBD Sabu Raijua NTT Upayakan Sumur Bor

📅 Kamis, 09 Mei 2024, 16:30 WIB | Oleh:
Atasi Kekeringan, BPBD Sabu Raijua NTT Upayakan Sumur Bor Doc: ANTARA/HO-BPBD Sabu Raijua
Ket. Arsip - BPBD Sabu Raijua, NTT melakukan distribusi air bersih bagi desa yang terancam kelangkaan air bersih pada musim kemarau bulan September 2023.

KUPANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengupayakan sumur bor sebagai salah satu langkah persiapan mengatasi kekeringan pada musim kemarau.

"Sekarang kami masih fokus pada pengajuan sumur bor ke BNPB sebagai antisipasi kekeringan panjang," kata Kepala Pelaksana BPBD Sabu Raijua Javid Ndu Ufi ketika dihubungi dari Kupang, Kamis.

Kabupaten Sabu Raijua merupakan salah satu kabupaten di NTT yang selalu mengalami kekeringan setiap tahun.

Upaya yang selalu dilakukan oleh BPBD Kabupaten Sabu Raijua pada tahun-tahun sebelumnya adalah pendistribusian air bersih menggunakan tangki miliki BPBD maupun mitra.

Namun, pada tahun 2024, BPBD mengajukan permohonan pengadaan sumur bor agar pendistribusian air bersih dapat lebih optimal.

"Kami sedang melengkapi administrasi surat keputusan siaga darurat kekeringan, surat pernyataan kekeringan, dan beberapa berkas lain untuk mendukung pengusulan permohonan bantuan sumur bor itu," ujarnya.

Menurut dia, dari 63 desa/kelurahan, sebanyak 61 desa/kelurahan di antaranya mengalami kekeringan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi cuaca bahwa sebagian wilayah NTT telah memasuki musim kemarau.

Pada musim kemarau ini, BMKG menyebut aktifnya monsoon timur yang mengakibatkan peningkatan kecepatan angin.

Lahan pun bersifat kering sehingga perlu diwaspadai dengan melakukan berbagai langkah antisipasi.

"Kami masih lakukanmonitoringdi Raijua, nanti minggu depan kami keluarkan imbauan antisipasi hadapi kekeringan," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.