Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Ada Planet Bebas yang Tidak Terikat dengan Bintang?

📅 Rabu, 08 Mei 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Mengapa Ada Planet Bebas yang Tidak Terikat dengan Bintang? Doc: Wikimedia

Seperti tata surya, umumnya planet-planet di luar angkasa beredar mengorbit bintangnya. Namun kemudian ada sebuah anomali terjadi pada planet mengambang bebas melewati ruang antarbintang.

Salah satu misteri yang ada di luar angkasa adalah adanya planet tidak terikat dengan bintang tertentu. Disebut dengan planet mengambang bebas (free-floating planets/FFPs) yang bergerak sendiri melalui ruang antarbintang, tidak terhubung dengan apapun baik bintang atau planet terdekat yang dilalui.

Dengan menggunakan pengamatan dan data arsip dari beberapa teleskop di seluruh dunia dan di orbit, termasuk Isaac Newton Telescope (INT), para astronom telah menemukan setidaknya 70 planet mengambang bebas (FFP) baru.

Planet yang mengembara di luar angkasa tanpa bintang induk yang mengorbit, di asosiasi bintang Upper Scorpius OB, yang merupakan wilayah pembentukan bintang terdekat dengan Matahari. Ini adalah sampel terbesar dari planet-planet serupa yang ditemukan dalam satu kelompok dan hampir dua kali lipat jumlah yang diketahui di seluruh langit.

Laman INT menulis, mengidentifikasi FFP dalam gugus bintang merupakan tantangan besar. Dengan tingkat kesulitannya yang sangat tinggi sehingga langkah tersebut diandaikan seperti berusaha menemukan jarum di tumpukan jerami.

Oleh karenanya seseorang pertama-tama membutuhkan mata yang cukup sensitif untuk mendeteksinya. Meskipun bintang relatif terang dan mudah dikenali, anggota bermassa planet beberapa ribu kali lebih redup dan hanya dapat dideteksi dengan teleskop bukaan besar dan detektor sensitif.

Kedua, astronom harus mengidentifikasi anggota bermassa planet yang langka dalam banyaknya bidang bintang dan galaksi latarnya. Untuk mengatasi tantangan ini, para astronom menggabungkan gerakan diri (yaitu gerakan melintasi bidang langit) dengan fotometri multi-panjang gelombang.

"Gerakan diri adalah metode yang sangat efektif untuk mengidentifikasi anggota suatu asosiasi karena semua anggotanya lahir dari kompleks awan molekul yang sama sehingga memiliki gerakan yang mirip dengan awan induk," tulis INT.

Bintang-bintang yang tidak berhubungan mempunyai gerak diri yang hampir acak, dan galaksi di latar belakang tidak mempunyai gerak diri yang dapat diukur. Luminositas dan warna fotometrik berguna untuk menyempurnakan seleksi dan menolak beberapa penyelundup yang tersisa.

Para astronom juga menggabungkan sejumlah besar gambar yang tersedia di arsip astronomi publik dengan observasi lapangan luas baru yang diperoleh dengan teleskop inframerah dan optik terbaik di darat dan di luar angkasa.

Dengan menggunakan lebih dari 80.000 gambar bidang lebar yang berjumlah sekitar 100 terabyte (TB) dan mencakup jangka waktu 20 tahun, mereka mengidentifikasi setidaknya 70 hingga 170 planet seukuran Jupiter.

Planet-planet FPP itu berada sebagai anggota asosiasi Scorpius Atas di antara bintang-bintang dan galaksi latar belakang. Sejauh ini, ini merupakan sampel FFP terbesar dalam satu asosiasi, dan hampir dua kali lipat jumlah FFP yang diketahui hingga saat ini di seluruh angkasa.

Populasi FFP

Sifat dan asal usul FFP masih belum diketahui. Apakah mereka terbentuk seperti bintang melalui keruntuhan gravitasi awan gas kecil? Atau apakah mereka terbentuk seperti planet di sekitar bintang dan kemudian secara dinamis terlontar atau terlepas?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.