Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komnas: Relasi Kuasa Timpang, Perempuan Rentan Jadi Korban Kekerasan

📅 Rabu, 08 Mei 2024, 13:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komnas: Relasi Kuasa Timpang, Perempuan Rentan Jadi Korban Kekerasan Doc: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Ket. Poster penolakan terhadap kekerasan seksual saat aksi damai Universitas Gadjah Mada (UGM) Darurat Kekerasan Seksual di Kampus Fisipol UGM, Sleman, DI Yogyakarta.

JAKARTA - Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) memandang relasi kuasa yang timpang dalam nilai-nilai patriarki membuat perempuan rentan menjadi korban kekerasan berbasis gender.

"Perempuan rentan menjadi korban kekerasan berbasis gender, yang memuncak pada kekerasan paling ekstrem dan sadis, yakni femisida," kata Anggota Komnas Perempuan Rainy Hutabarat saat dihubungi di Jakarta, Rabu (8/5).

Hal ini dikatakannya menanggapi sejumlah kasus pembunuhan terhadap perempuan yang terjadi akhir-akhir ini di berbagai daerah.

Teranyar, terungkap kasus pembunuhan terhadap IT (24), perempuan yang menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya, AL (26) di Desa Temboan, Kecamatan Maesaan, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Menurut Rainy Hutabarat, kasus tersebut terkategori femisida karena perempuan dibunuh.

"Disebut femisida karena perempuan dibunuh sebab ia seorang perempuan. Femisida ditandai dengan sikap superioritas laki-laki dan subordinasi perempuan, dominasi, rasa kepemilikan, agresi atau pemaksaan, seksisme, dan misoginis," katanya.

Komnas Perempuan mencatat femisida merupakan fenomena gunung es karena ditempatkan sebagai tindak kriminalitas sebagaimana pembunuhan umumnya, sehingga kasus-kasusnya tidak terbaca dan tidak tersedia pendataannya.

"Dalam perundang-undangan nasional, diksi femisida tidak dikenal," kata Rainy Hutabarat.

Sementara di sisi lain, kasus-kasus femisida sangat jarang dilaporkan ke Komnas Perempuan dan lembaga layanan korban.

Kasus-kasus pembunuhan terhadap perempuan umumnya langsung diserahkan kepada pihak kepolisian dan baru diketahui publik melalui media massa.

Dalam kurun dua pekan terakhir terjadi sejumlah kasus pembunuhan terhadap perempuan.

Dalam dua kasus femisida di Cikarang, Jawa Barat dan Bali, pelaku memasukkan mayat korban ke dalam koper dan membuangnya.

Kemudian juga terjadi pembunuhan dan mutilasi terhadap istri di Ciamis, Jawa Barat, dan pembunuhan terhadap istri di Minahasa Selatan,

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
CKG Kota Tangerang Deteksi ...
Megapolitan
Pemkot Bogor Dorong Peran P...
Rona
Estafet Tunas Kelapa Kwarda...

Pemkot Bogor Segera Tata PKL di Taman Heulang

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bogor Segera Tata PK...

Wisatawan Taiwan Coba Ditarik ke Indonesia

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Wisatawan Taiwan Coba Ditar...
Olahraga
Pukulan Telak Jelang Asian ...
Megapolitan
Disnaker: Balai Latihan Ker...
Daerah
Ekonomi Papua Sangat Bergan...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.