Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

3 Perubahan Sikap Orang Papua dalam Mengupayakan Pengakuan dan Penghormatan

📅 Minggu, 05 Mei 2024, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Terlepas dari sikap konformis yang dinamis ini, perilaku OAP tersebut tetap didasarkan pada memoria passionis yang belum terselesaikan. OAP masih berpotensi menjadi kelompok masyarakat yang subversif atau suatu sikap politik yang menyimpang untuk melawan penindasan. Ini karena pada dasarnya mereka tetap memperjuangkan keadilan, kesetaraan, dan pengakuan atas hak-haknya. Sikap subversif akan terus ada selama eksistensi mereka "direndahkan" oleh perlakuan negara.

2. Identitas sebagai kekuatan

Dari hasil observasi saya, para OAP mulai gencar memperkuat identitas mereka dalam berbagai dimensi. Ini mereka lakukan tidak serta merta untuk melawan memoria passionis, tetapi lebih sebagai alat perjuangan untuk memajukan dan membangun pengakuan terhadap OAP yang telah terpinggirkan sekian lama.

Dalam konteks ini, pendidikan memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas OAP. Saat ini, semakin banyak OAP disekolahkan di luar negeri atau di kampus lain di luar Papua. Semakin banyak juga OAP yang meraih gelar master dan doktor. Sebagai contohnya adalah Kenius Kogoya, Ketua KONI Papua yang berhasil meraih gelar doktor bidang Antropologi dari Universitas Cendrawasih. Kampus-kampus baru juga mulai banyak didirikan di Papua.

Selain itu, kesenian dalam bentuk tarian, film, dan musik misalnya, dalam film berjudul Orpa dan Indonesia dari Timur adalah contoh dari penguatan identitas kepapuaan. Festival Budaya Papua 2024 di Biak dan Deklarasi 46 bahasa daerah di Provinsi Pegunungan Papua, misalnya, diselenggarakan untuk memahami akar bahasa sebagai alat pemberdayaan untuk mencapai masa depan.

Di bidang pariwisata, keindahan alam Papua dipromosikan melalui berbagai paket wisata. Prestasi di bidang olahraga seperti sepak bola juga memperkuat identitas kepapuaan. Perempuan asli Papua yang selama ini sering dirundung mulai disorot melalui kompetisi kecantikan. Di bidang kesehatan, OAP didorong untuk menjadi tenaga medis.

Di semua dimensi ini, menghidupkan kembali dan memproyeksikan identitas Papua yang beraneka ragam dengan penuh percaya diri memiliki dua tujuan. Pertama, menanamkan kebanggaan secara internal di antara OAP sendiri. Kedua, menuntut pengakuan dan penghormatan dari dunia luar. Penguatan identitas merupakan bagian dari pemberdayaan dan penyeimbang terhadap narasi memoria passionis yang traumatis.

3. Ambisi kepemimpinan

Hal yang paling signifikan di bidang politik, berdasarkan observasi saya, adalah ambisi yang makin kuat bagi OAP untuk menjadi pemimpin level pemerintahan.

Mereka punya keinginan kuat untuk terlibat dalam politik praktis, termasuk memegang kepemimpinan di Papua, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif. Sejak diterapkannya Daerah Otonomi Baru (DOB) dengan tambahan empat provinsi baru, OAP semakin menuntut hak-haknya untuk menjadi pemimpin.

Peraturan dalam Undang-Undang Otonomi Khusus telah memperkuat kebijakan afirmatif untuk kepemimpinan OAP, khususnya di legislatif. Salah satu muatan dalam Otonomi Khusus tersebut adalah kebijakan afirmasi di sektor politik. UU No. 2 Tahun 2021 memperbolehkan orang asli Papua (OAP) untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK) melalui mekanisme pengangkatan.

Dimensi kepemimpinan ini sangat penting untuk diperjuangkan demi kemajuan di Papua. Hal ini ditunjukkan oleh kepemimpinan Velix Wanggai sebagai Penjabat Gubernur Papua Pegunungan yang dicintai dan dipuji karena sikapnya yang responsif terhadap kebutuhan dan masalah yang dihadapi masyarakat setempat.

Wanggai dinilai telah memimpin Papua dengan hati. Wanggai awalnya ditentang oleh beberapa orang setempat karena dianggap bukan berasal dari daerah Papua Pegunungan. Sikap antipati tersebut akhirnya memudar setelah melihat kinerja Wanggai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.