Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mensos Ungkap Peluang Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 20:04 WIB | Oleh:
Mensos Ungkap Peluang Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Doc: Istimewa
Ket. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf usai mengecek Desk Sekolah Rakyat, di Jakarta, Rabu (23/4).

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkap peluang Presiden ke-2 RI, Soeharto, menjadi pahlawan nasional. Selain Soeharto, Presiden ke-4 RI, KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) juga berpeluang jadi pahlawan nasional.

"Yang tentu akan dipertimbangkan lah ya. Kebaikan-kebaikannya juga harus jadi pertimbangan. Pak Harto, Gus Dur," ujar Mensos, usai mengecek Desk Sekolah Rakyat, di Jakarta, Rabu (23/4).

Dia menjelaskan, pihaknya telah menerima usulan beberapa nama calon pahlawan nasional dari daerah. Kalaupun ada pro dan kontra, menurutnya, hal tersebut merupakan hal yang biasa.

"Seluruh pahlawan yang diusulkan itu pada dasarnya memiliki kelemahan dan kekurangan. Kenapa? Karena mereka manusia,” jelasnya.

Gus Ipul mengungkapkan, bahwa pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto dan Gus Dur adalah bentuk mengingat jasa-jasa baiknya. Menurutnya, Soeharto berpeluang besar untuk mendapatkan gelar pahlawan tahun ini usai namanya dicabut dari TAP MPR 11/1998 soal korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Dia menjelaskan, esensi pahlawan nasional yaitu mempertahankan nilai-nilai yang baik sambil mengadopsi nilai-nilai baru yang lebih baik. Menurutnya, kekurangan dan kekeliruan terkait tokoh tersebut harus diterima sebagai bagian dari perjalanan bangsa ini.

“Lebih enak gitu aja. Jadi kan sejarah sudah mencatat. Ya sudah lah, biar nanti bisa jadi inspirasi bagi generasi yang akan datang,” katanya.

Sebagai informasi, pemberian gelar pahlawan berawal dari usulan masyarakat. Usulan itu ditampung di kabupaten/kota lantas diusulkan oleh bupati/wali kota tempat tokoh itu lahir.

Nama yang diusulkan akan dikaji oleh sebuah tim bernama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) lalu diusulkan oleh bupati/wali kota ke gubernur. Dari gubernur, nama itu akan diusulkan ke Kementerian Sosial.

Mensos mengatakan, di tingkat pusat pihaknya akan membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) lalu mengusulkan nama-nama ke Dewan Gelar. Lalu, dari Dewan Gelar, nama pahlawan baru akan diputuskan oleh presiden.

"Ada sekitar 20 nama yang tahun ini diusulkan," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.