Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ternyata Australia Pernah Usir Dua Mata-mata India

📅 Rabu, 01 Mei 2024, 16:21 WIB | Oleh:

Komisi Tinggi India di Canberra tidak menanggapi tuduhan spesifik mengenai "sarang mata-mata" dan pengusiran tersebut, namun mengedarkan komentar umum yang dikeluarkan sebelumnya oleh Kementerian Luar Negeri di New Delhi.

Juru bicara resmi kementerian, Randhir Jaiswal, mengatakan, laporan Washington Post, yang mencakup serangkaian dugaan insiden, bukan hanya kasus Australia, membuat tuduhan yang tidak beralasan dan tidak berdasar mengenai masalah serius.

"Komentar spekulatif dan tidak bertanggung jawab tidak membantu," kata Jaiswal.
Albanese dijamu oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, dalam kunjungannya ke negara itu tahun lalu dan bergabung dengan Modi dalam kunjungannya ke Australia beberapa bulan kemudian. Albanese menyebut Modi sebagai "bos" dan membandingkannya dengan Bruce Springsteen pada penampilan arena di Sydney.

Dalam pidato penilaian ancamannya pada tahun 2021 di Canberra, Burgess mengatakan salah satu penyelidikan Asio "berfokus pada sarang mata-mata, dari badan intelijen asing tertentu, yang beroperasi di Australia".

"Mata-mata tersebut mengembangkan hubungan yang ditargetkan dengan politisi saat ini dan mantan politisi, kedutaan asing, dan layanan kepolisian negara," katanya.

"Mereka memantau komunitas diaspora di negaranya. Mereka mencoba memperoleh informasi rahasia tentang hubungan perdagangan Australia. Mereka meminta pegawai negeri untuk memberikan informasi tentang protokol keamanan di bandara besar."

Beberapa sumber keamanan nasional pada hari Rabu mempertanyakan apakah kepergian orang-orang yang diduga sebagai mata-mata India merupakan pengusiran resmi dari Australia, meskipun hal tersebut merupakan dampak praktis dari peringatan langsung dari Asio.

Sebaiknya Anda baca juga:

Dalam wawancara podcast dengan Guardian Australia pada tahun 2021, Burgess menguraikan bagaimana mata-mata itu disingkirkan.

"Kami berkomunikasi dengan badan intelijen asing yang memiliki para perwira tersebut, para perwira intelijen yang tidak diumumkan yang bekerja untuk badan intelijen asing, dan kami menyarankan bahwa hal itu merupakan tindakan yang bijaksana. jika mereka meninggalkan negara itu pada tanggal tertentu."

Burgess mengatakan orang-orang itu "pergi dengan bebas dan cepat".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Pelatih Timnas Indonesia Jo...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

36 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.