Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dapat Melihat Sel dalam Bentuk Tiga Dimensi

📅 Selasa, 30 Apr 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Dapat Melihat Sel  dalam Bentuk  Tiga Dimensi Doc: Nature Photonics

Untuk mengamati sel hidup melalui mikroskop, umumnya sampel dimasukkan ke dalam kaca objek. Kemudian sel yang terletak di sana dengan tenang dapat diamati. Namun kelemahannya hal ini membatasi perilaku sel dan hanya menghasilkan gambar dua dimensi.

Para peneliti dari UiT Universitas Arktik Norwegia dan Rumah Sakit Universitas Norwegia Utara (UNN) kini telah mengembangkan apa yang mereka sebut sebagai mikroskop generasi berikutnya. Teknologi baru ini dapat mengambil gambar sampel yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya, saat tinggal dan bekerja di lingkungan yang lebih alami.

Teknologi tersebut menyediakan gambar 3D di mana peneliti dapat mempelajari detail terkecil dari beberapa sudut. Alat dengan jelas dan terlihat, diurutkan ke dalam lapisan yang berbeda dan semua lapisan berada dalam fokus.

Mikroskop 3D sudah ada, namun bekerja lambat dan memberikan hasil yang lebih buruk. Jenis yang paling umum bekerja dengan merekam piksel demi piksel secara seri, yang kemudian dirangkai menjadi gambar 3D. Ini membutuhkan waktu dan seringkali mereka tidak dapat menangani lebih dari 1-5 tembakan per menit. Sangat tidak praktis jika Anda akan memotret sesuatu yang bergerak.

"Dengan teknologi kami, kami dapat mengelola sekitar 100 frame penuh per detik. Dan kami yakin jumlah ini dapat ditingkatkan. Inilah yang telah kami tunjukkan dengan prototipe kami," kata Florian Strohl, peneliti di UiT.

Mikroskop baru ini disebut mikroskop multifokus, yang memberikan gambar yang sangat jernih, diurutkan ke dalam lapisan berbeda, tempat peneliti dapat mempelajari sel dari semua sudut. Fakta bahwa kami berhasil mencapai semua ini dalam satu kesempatan, ini merupakan perkembangan yang sangat besar, kata Strohl.

Strohl menjelaskan bahwa kita tidak berbicara tentang 3D dalam bentuk yang diketahui sebagian besar dari kita. Meskipun dalam gambar 3D tradisional akan dapat melihat kedalaman tertentu, dengan teknologi baru juga dapat melihat di balik objek. Strohl menggunakan contoh di mana Anda melihat pemandangan hutan dalam 3D di bioskop.

"Dalam gambar 3D normal, Anda dapat melihat bahwa hutan memiliki kedalaman, beberapa dedaunan dan pepohonan lebih dekat dibandingkan yang lain. Dengan teknologi yang sama yang digunakan pada mikroskop 3D baru kami, Anda juga dapat melihat harimau bersembunyi di balik semak-semak. Anda pun dapat melihat dan mempelajari beberapa lapisan secara mandiri," kata Strohl.

Ströhl telah berkolaborasi dengan peneliti dan dokter dari Rumah Sakit Universitas Norwegia Utara (UNN) dalam pengembangan teknologi ini. Mereka berupaya memahami dan mengembangkan metode pengobatan yang lebih baik untuk berbagai penyakit jantung.

Mempelajari jantung manusia yang hidup merupakan sebuah tantangan, baik karena alasan teknis maupun alasan etis. Oleh karena itu, para peneliti telah menggunakan sel induk yang dimanipulasi sehingga meniru sel jantung. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.