Selama 30 Tahun, Kiranti Wariskan Kekuatan bagi Perempuan Indonesia
📅 Minggu, 28 Apr 2024, 11:29 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Istimewa
JAKARTA - Pada awal dasarwarsa 1990-an, Kota Surabaya menjadi saksi kelahiran sebuah produk karya anak bangsa yang mengangkat derajat ramuan tradisional warisan budaya Indonesia ke level lebih tinggi dalam konteks produksi yang melibatkan teknologi modern, yaitu minuman sehat alami Kiranti.
Setelah tiga dekade perjalanan panjangnya, Kiranti berhasil membuktikan konsistensi "kekuatannya" menjadi sahabat perempuan Indonesia saat mengalami masalah datang bulan.
Tahun 2024 menjadi salah satu tonggak sejarah pencapaian Kiranti, produk minuman kesehatan besutan PT Cayadewi Sehat Indonesia Abadi. Selama 30 tahun minuman ini menjadi bukti khasiat bahan-bahan herbal asli kekayaan alam Indonesia dalam mengatasi persoalan datang bulan perempuan Indonesia.
"Kiranti produk minuman sehat alami asli Indonesia, merupakan karya anak bangsa yang patut dibanggakan. Alam Indonesia memiliki begitu banyak bahan-bahan herbal yang menyimpan khasiat dan manfaat luar biasa, salah satunya berhasil diekstrak dengan teknologi modern dalam sebotol Kiranti Sehat Datang Bulan," kata Donny, CEO PT Cayadewi Sehat Sehat Indonesia Abadi, OT Group, saat menyambut awak media pada kegiatan kunjungan pabrik di Surabaya dalam rangka 30 tahun Kiranti.
"Kiranti seratus persen menggunakan bahan-bahan dari alam Indonesia, seperti kunyit, jahe, kencur, dan asam Jawa. Dan bahan-bahan ini juga didapatkan sebagian besar dari petani-petani lokal di daerah Jawa Timur, seperti Probolinggo dan Ponorogo," tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bertepatan dengan usianya yang ke-30, Kiranti meluncurkan kampanye terbarunya dengan tema "Wariskan Kekuatan" yang melibatkan penyanyi Nola B3 (AB Three) dan keluarga sebagai Brand Ambassador, yakni ibunda Durmutiara Naim, dan kedua putri Nola, Naura Ayu, dan Neona Ayu.
Dalam kampanye terbaru Kiranti mengusung tema "Warisan Kekuatan". Tema ini menggambarkan nilai sejarah Kiranti sebagai produk jamu premium resep keraton yang telah diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi, dari nenek ke ibu, dan dari ibu ke anak.
"Kami melihat nilai Kiranti ini ada pada keluarga Nola. Ibunda Nola berhasil mendidik Nola menjadi penyanyi dan artis berbakat, yang kemudian juga diteruskan oleh Nola dengan mendidik anak-anaknya Naura dan Neona menekuni bidang yang sama," kata Albert, Managing Director PT Cayadewi Sehat Sehat Indonesia Abadi, OT Group.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami ingin agar tradisi minum jamu tradisional seperti Kiranti dapat terus diwariskan oleh keluarga Indonesia dari generasi ke generasi. Dengan demikian kekuatan herbal Indonesia dapat tetap dilestarikan selamanya," tambahnya.
Sejumlah kegiatan digelar di atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya tanggal 19 -21 April 2024. Sejumlah aktivitas menarik dijalankan, seperti healthy livestyle talkshow, sesi zumba, demo masak, grand final kreasi masakan Kiranti, noraebang, fashion show dan acara puncaknya adalah penampilan spesial brand ambassador yang menampilkan Nola dan keluarga.
"Saya sudah mengenal Kiranti sejak muda. Ibu saya menyarankan saya untuk meminum Kiranti ketika saya mengalami menstruasi yang pertama. Kelurga kami sudah terbiasa mengonsumsi ramuan tradisional yang diracik oleh Ibu. Kiranti ada jamu premium resep keraton yang dikemas secara modern. Kebiasaan meminum Kiranti ini juga yang saya turunkan ke Naura dan Neona," kata Nola pada acara puncak perayaan HUTKiranti di Surabaya.
"Kami bangga menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kiranti mewariskan kekuatan untuk perempuan Indonesia. Kita harus bangga dengan produk asli Indonesia, apalagi yang bahan-bahannya diambil dari kekayaan alam Indonesia," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!