Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Kecam Rencana Jepang Gabung AUKUS

📅 Sabtu, 27 Apr 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Kecam Rencana Jepang Gabung AUKUS Doc: AFP/Jim WATSON
Ket. Aliansi AUKUS | Presiden AS, Joe Biden, bersama PM Inggris, Rishi Sunak, dan PM Australia, Anthony Albanese, saat menggelar konferensi pers selama KTT AUKUS di Pangkalan AL Point Loma, San Diego, California, pada 13 Maret 2023. Aliansi AUKUS ini merupakan sebuah pakta keamanan trilateral di kawasan Indo-Pasifik.

BEIJING - Tiongkok telah menyatakan keprihatinan besar mengenai kemungkinan bergabungnya Jepang dengan pakta keamanan AUKUS dengan mengatakan hal itu akan merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan pada Kamis (25/4) bahwa Tiongkok terbuka terhadap kerja sama militer normal antarnegara, namun mereka dengan tegas menentang negara-negara terkait yang membentuk kelompok eksklusif.

Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) membentuk kemitraan pertahanan dan keamanan AUKUS pada 2021 dalam upaya melawan kekuatan Tiongkok yang semakin besar di kawasan ini. Sedangkan Tiongkok telah berulang kali mengkritik AUKUS karena memicu konfrontasi blok-ke-blok.

AS saat ini sedang berupaya meningkatkan kemitraan dengan sekutunya di Asia, termasuk Jepang dan Filipina, dalam menghadapi peningkatan kekuatan militer Tiongkok dan meningkatnya keagresifan teritorialnya.

Jepang belum secara eksplisit mengumumkan partisipasinya dalam AUKUS tetapi pernyataan bersama yang dirilis setelah Presiden AS, Joe Biden, ketika bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, bulan ini, mengatakan bahwa mitra AUKUS sedang mempertimbangkan kerja sama dengan Jepang dalam proyek-proyek tertentu.

"Asia-Pasifik bukanlah ajang persaingan geopolitik," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Wu Qian, pada konferensi pers di Beijing. "Jepang perlu mengambil pelajaran dari sejarah, berbicara dan bertindak dengan hati-hati dalam masalah militer dan keamanan," imbuh Wu seraya memperingatkan beberapa negara lain agar tidak memicu konfrontasi juga.

Selain Tiongkok, Korea Utara (Korut) di sisi lain mengatakan bahwa AS telah melakukan langkah sembrono dengan melibatkan Jepang untuk secara gila-gilaan memperluas lingkup aliansinya tanpa batas.

Pyongyang mengkritik rencana tersebut dengan mengatakan bahwa bahaya partisipasi Jepang dalam AUKUS membuat seluruh komunitas internasional menjadi tegang.

"Adalah niat jahat AS untuk mendorong Jepang yang terobsesi dengan nasionalisme menjadi bagian dari konfrontasi bernama AUKUS dan menempatkannya di garis terdepan dalam tekanan anti-Tiongkok dan mendorong ladang ranjau nuklir di Asia-Pasifik yang wilayahnya lebih dekat dengan Tiongkok," kata analis Kang Jin Song dalam editorial yang diterbitkan oleh kantor beritaKCNApada Kamis.

Pilar II

Sementara itu menteri pertahanan AUKUS dalam sebuah pernyataan bersama menyatakan bahwa mereka menyadari kekuatan Jepang dan kemitraan pertahanan bilateral yang erat dengan ketiga negara tersebut. "Kami sedang mempertimbangkan kerja sama dengan Jepang dalam proyek kemampuan lanjutan pilar II AUKUS," kata mereka.

"Program pertama atau pilar I dari kemitraan trilateral AUKUS adalah berbagi kapal selam bertenaga nuklir antara AS, Inggris, dan Australia," kata Stephen Nagy, seorang profesor politik dan studi internasional di International Christian University di Tokyo.

"Jepang tidak akan bergabung dengan pilar I, tetapi bisa bergabung dengan pilar II yaitu kerja sama dalam teknologi baru seperti kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dunia maya, hipersonik, dan banyak lagi," imbuh Nagy.

Menurut Nagy partisipasi Jepang tak hanya akan meningkatkan teknologi dan koordinasi dengan anggota AUKUS serta keamanannya, tetapi juga memastikan bahwa dominasi teknologi baru akan dilakukan oleh negara-negara yang berpikiran sama dan menghormati supremasi hukum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Olahraga
Kalah dari Persija, Pelatih...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.