Presiden COP-29: Dunia Harus Sepakat tentang Cara Kumpulkan Bantuan untuk Pendanaan Iklim
📅 Sabtu, 27 Apr 2024, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SIndia telah mengusulkan agar negara-negara maju menyediakan satu triliun dollar AS pendanaan iklim setiap tahun mulai tahun 2025, 10 kali lipat dari target saat ini.
Namun, ada juga perdebatan sengit mengenai siapa yang harus membayar, dengan beberapa pihak menyerukan agar Tiongkok dan negara-negara berkembang lainnya ikut serta.
Berdasarkan perjanjian iklim PBB yang ditandatangani pada tahun 1992, hanya segelintir negara berpendapatan tinggi yang mendominasi perekonomian global pada saat itu yang diwajibkan membayar pendanaan iklim.
Tiongkok tidak termasuk di antara mereka, namun saat ini, Tiongkok tidak hanya jauh lebih kaya, tetapi juga merupakan pencemar terbesar di dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dunia jelas telah berubah sejak tahun 1992," kata Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, pada 25 April.
"Inilah sebabnya, saya sangat mendesak mereka yang mampu untuk bergabung dalam upaya kami, dan khususnya para pencemar terkuat saat ini, khususnya juga memperhatikan G-20," katanya.
Belakangan, dia mengatakan Tiongkok, India, dan Arab Saudi dapat ditambahkan ke daftar negara donor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, Harjeet Singh dari Inisiatif Perjanjian Non-Proliferasi Bahan Bakar Fosil, mengatakan perluasan ini berisiko melemahkan tanggung jawab historis negara-negara maju.
"Pendanaan iklim pada dasarnya harus bertujuan untuk mengatasi dan memperbaiki kesenjangan di masa lalu dan saat ini yang disebabkan oleh emisi yang tidak proporsional dari negara-negara kaya," katanya.
Babayev diperkirakan akan bergabung dengan para menteri lingkungan hidup dan energi G-7 pada pertemuan di Turin, Italia, dari tanggal 28 hingga 30 April.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!