Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Setujui Pengobatan Terapi Gen untuk Hemofilia

📅 Sabtu, 27 Apr 2024, 09:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Setujui Pengobatan Terapi Gen untuk Hemofilia Doc: medicalexpress.com
Ket. Logo perusahaan farmasi Pfizer.

WASHINGTON - Raksasa farmasi Pfizer telah menerima persetujuan Amerika Serikat untuk terapi gen terhadap penderita hemofilia, kelainan pembekuan darah yang langka dan diturunkan, kata perusahaan itu pada Jumat (26/4).

Beqvez, yang diberikan sebagai infus intravena tunggal, pada uji klinis terhadap 45 orang, terbukti lebih baik dalam mencegah pendarahan pada orang dewasa dengan hemofilia B sedang hingga berat dibandingkan dengan infus reguler protein yang mendorong pembekuan, yang disebut protein faktor IX (FIX).

Standar perawatan saat ini rumit, memerlukan infus hingga beberapa kali per minggu.

"Banyak orang dengan hemofilia B berjuang melawan komitmen dan gangguan gaya hidup akibat infus FIX reguler, serta episode pendarahan spontan, yang dapat menyebabkan kerusakan sendi dan masalah mobilitas yang menyakitkan," kata Adam Cuker, direktur Program Tromobosis dan Hemofilia Komprehensif, Universitas Pennsylvania dalam pernyataan Pfizer.

"Perawatan satu kali dengan BEQVEZ berpotensi menjadi transformatif bagi pasien yang tepat dengan mengurangi beban medis dan pengobatan dalam jangka panjang."

Terapi ini umumnya dapat ditoleransi dengan baik tetapi efek samping yang umum adalah peningkatan enzim hati, suatu tanda peradangan hati yang tidak disertai gejala luar. Namun, pasien disarankan untuk menghindari alkohol hingga satu tahun setelah pengobatan, untuk mencegah kerusakan hati.

Pasien akan ditindaklanjuti untuk mengumpulkan lebih banyak data hingga 15 tahun.

Terapi genetik Pfizer menargetkan hemofilia B, bentuk kondisi paling umum kedua, yang terutama menyerang pria. Lebih dari 38.000 orang di seluruh dunia hidup dengan hemofilia B, menurut Federasi Hemofilia Dunia.

Ia bekerja dengan menginfeksi tubuh dengan virus, dimodifikasi menjadi tidak berbahaya, yang mengirimkan salinan fungsional gen faktor IX ke sel-sel hati, memerintahkan mereka untuk memproduksi protein yang mendorong pembekuan yang tidak dimiliki pasien.

Obat ini mendapat persetujuan dari Kanada pada bulan Januari dan sedang menunggu peninjauan oleh Badan Obat Eropa.

Muncul dengan daftar harga yang lumayan 3,5 juta dollar AS. Namun juru bicara Pfizer mengatakan biaya bagi mereka yang memiliki asuransi kemungkinan akan lebih rendah. Sebagai perbandingan, biaya tahunan pengobatan saat ini "mungkin lebih dari 600.000 dollar dan mencapai 1,1 juta dollar," sedangkan Beqvez hanya dosis satu kali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.